Balluff BOS01CR

Jual Balluff BOS01CR Photoelectric Sensor

Balluff BOS01CR Jual Balluff BOS01CR Photoelectric Sensor

Rizki Arika Teknik menjual BOS01CR (BOS 50K-PA-PR10-S4) Balluff Sensor Photoelectric di Indonesia. Barang yang kami jual merupakan barang new original dan bergaransi. Dengan Harga yang kami sediakan sangat kompetitif dan terjangkau. Selain itu juga kami tidak hanya menyediakan Jenis BOS01CR (BOS 50K-PA-PR10-S4) Balluff Sensor Photoelectric, kami juga menyediakan tipe, dan series dari Balluff lengkap.

BOS01CR (BOS 50K-PA-PR10-S4) Balluff Sensor Photoelectric

Sensor fotolistrik Balluff BOS01CR adalah perangkat deteksi yang menggunakan sinar cahaya untuk mengenali keberadaan objek tanpa perlu kontak langsung. Sensor ini banyak digunakan dalam otomasi industri untuk memastikan proses produksi yang efisien dan akurat. Artikel ini membahas tentang masing-masing spesifikasi fitur pada sensor yang kami jual ini.

Spesifikasi Data Mekanik Sensor Balluff BOS01CR

1. Dimensi yang Kompak

Sensor ini memiliki ukuran 28,5 x 80,5 x 62 mm, membuatnya ideal untuk pemasangan di berbagai jenis mesin dan sistem industri. Kemudian dimensi yang ringkas memungkinkan sensor ini dipasang di ruang terbatas tanpa mengurangi kinerjanya.

2. Sistem Pemasangan dengan Sekrup M5

Mounting part yang kompatibel dengan sekrup M5 memastikan pemasangan yang kokoh dan stabil. Dengan metode pemasangan ini, sensor juga dapat dipasang dengan mudah pada berbagai permukaan tanpa risiko bergeser selama operasional.

Fitur Optik Utama Sensor

1. Intensitas Cahaya Sekitar Maksimal: 10.000 Lux

Sensor ini mampu beroperasi dengan baik meskipun berada di bawah intensitas cahaya lingkungan yang tinggi hingga 10.000 Lux. Hal ini membuat sensor tetap efektif di lingkungan terang seperti area pabrik yang terpapar sinar matahari dan juga lampu industri yang kuat.

2. Karakteristik Berkas Cahaya: Divergen

Berkas cahaya divergen memungkinkan sensor untuk mencakup area deteksi yang lebih luas. Ini sangat berguna untuk mendeteksi objek yang tidak selalu berada dalam jalur lurus sensor.

3. Kelompok LED Berdasarkan IEC 62471: Exempt Group

Menurut standar IEC 62471, sensor ini termasuk dalam Exempt Group, yang berarti tidak berbahaya bagi mata manusia dalam kondisi penggunaan normal.

4. Ukuran Titik Cahaya: 200 x 200 mm pada 10 Meter

Titik cahaya sebesar 200 x 200 mm pada jarak 10 meter memastikan deteksi yang luas dan konsisten, bahkan pada jarak yang jauh.

5. Jenis Cahaya: LED dengan Cahaya Merah

Penggunaan LED cahaya merah membuat sensor ini lebih mudah dalam penentuan posisi dan verifikasi visual selama proses instalasi dan pemeliharaan.

6. Filter Polarisasi: Ya

Filter polarisasi membantu sensor dalam mengurangi pantulan cahaya yang tidak diinginkan dari permukaan reflektif, sehingga meningkatkan akurasi deteksi.

7. Prinsip Operasi Optik: Sensor Retroreflective

Sensor ini menggunakan prinsip retroreflective, di mana sensor bekerja dengan bantuan reflektor untuk mendeteksi keberadaan objek. Ini memungkinkan sensor untuk mendeteksi objek dengan cepat dan efisien.

8. Fungsi Switching Optik: Light-on dan Dark-on

Sensor ini mendukung dua mode operasi:

  • Light-on: Sensor aktif ketika menerima cahaya yang dipantulkan.
  • Dark-on: Sensor aktif ketika tidak ada cahaya yang diterima.

9. Panjang Gelombang: 630 nm

Sensor beroperasi pada panjang gelombang 630 nm, yang termasuk dalam spektrum cahaya merah. Kemudian memastikan sensor dapat bekerja secara optimal dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Spesifikasi Listrik Sensor Fotolistrik

1. Kapasitansi Beban Maksimal pada Ue: 100 nF

Kapasitansi beban maksimal sebesar 100 nF memastikan sensor dapat bekerja dengan stabil meskipun terhubung ke rangkaian elektronik yang kompleks.

2. Arus Tanpa Beban Maksimal pada Ue: 30 mA

Arus tanpa beban yang rendah sebesar 30 mA membantu juga dalam mengurangi konsumsi daya, menjadikannya hemat energi untuk aplikasi jangka panjang.

3. Tegangan Operasi Ub: 10 hingga 30 VDC

Sensor ini dapat beroperasi dalam rentang tegangan yang luas antara 10 hingga 30 VDC, memberikan fleksibilitas tinggi untuk berbagai kebutuhan sistem daya.

4. Kelas Perlindungan: II

Kelas perlindungan II menunjukkan bahwa sensor memiliki lapisan isolasi tambahan untuk meningkatkan keamanan penggunaan.

5. Tegangan Isolasi Terukur Ui: 250 V AC

Dengan tegangan isolasi terukur sebesar 250 V AC, sensor ini mampu bekerja dengan aman meskipun terkena lonjakan tegangan.

6. Arus Operasi Terukur Ie: 100 mA

Arus operasi terukur sebesar 100 mA memastikan sensor dapat menangani beban listrik dengan stabil.

7. Tegangan Operasi Terukur Ue DC: 24 V

Tegangan operasi standar 24 V DC membuat sensor ini kompatibel dengan sistem daya industri yang umum.

8. Waktu Siap Maksimal (tv): 20 ms

Sensor membutuhkan waktu maksimal 20 ms untuk siap beroperasi setelah diberi daya, memastikan respons yang cepat.

9. Arus Sisa Maksimal Ir: 10 µA

Arus sisa yang sangat rendah sebesar 10 µA membantu menjaga efisiensi sistem dan mengurangi risiko gangguan listrik.

10. Ripple Maksimal (% dari Ue): 10%

Ripple maksimal sebesar 10% memastikan stabilitas tegangan yang masuk ke sensor.

11. Frekuensi Switching: 800 Hz

Frekuensi switching yang tinggi sebesar 800 Hz memungkinkan sensor untuk mendeteksi objek dengan cepat dan akurat.

12. Waktu Mati Maksimal (toff): 0,65 ms

Waktu mati yang rendah sebesar 0,65 ms memastikan respons sensor yang cepat saat objek tidak terdeteksi.

13. Waktu Nyala Maksimal (ton): 0,65 ms

Waktu nyala yang sama cepatnya sebesar 0,65 ms membuat sensor dapat segera mendeteksi objek setelah aktif.

14. Kategori Pemanfaatan: DC -13

Kategori pemanfaatan DC -13 menunjukkan bahwa sensor ini dirancang untuk digunakan dalam aplikasi kontrol sinyal DC yang andal.

15. Tegangan Drop Maksimal pada Ie: 2,5 V

Dengan tegangan drop maksimal hanya 2,5 V, sensor ini menjaga efisiensi daya selama operasi.

Fitur Tampilan dan Operasi Utama

1. Pengatur Potensiometer 270°

Sensor ini dilengkapi dengan potensiometer yang dapat diputar hingga 270°. Fungsi utama potensiometer ini adalah untuk mengatur jarak switching sesuai dengan kebutuhan aplikasi. Pengaturan yang fleksibel ini juga memungkinkan pengguna untuk mendapatkan hasil deteksi yang lebih presisi.

2. Tampilan LED Hijau: Indikator Daya

LED hijau menyala menunjukkan bahwa sensor telah terhubung dengan sumber daya dan beroperasi dengan normal.

3. LED Hijau Berkedip: Indikasi Korsleting atau Beban Berlebih (PIN4)

Jika LED hijau berkedip, ini menandakan adanya korsleting atau beban berlebih pada PIN4. Kemudian indikator ini membantu pengguna mendeteksi dan memperbaiki masalah listrik dengan cepat.

4. LED Kuning: Penerimaan Cahaya dengan Cadangan Fungsi > 1,5

LED kuning yang menyala menandakan bahwa sensor berhasil menerima cahaya dengan cadangan fungsi lebih besar dari 1,5, yang berarti kinerja sensor dalam kondisi optimal.

5. LED Kuning Berkedip: Cadangan Fungsi Penerimaan Cahaya <= 1,5

Jika LED kuning berkedip, ini menunjukkan bahwa cadangan fungsi penerimaan cahaya kurang dari atau sama dengan 1,5. Kemudian kondisi ini mengindikasikan bahwa sensor berada dalam batas kerja yang mendekati minimum dan mungkin memerlukan penyesuaian atau pemeliharaan.

BOS01CR (BOS 50K-PA-PR10-S4) Balluff Sensor Photoelectric

BOS01CR (BOS 50K-PA-PR10-S4) Balluff Sensor Photoelectric Datasheet: BOS01CR Balluff Sensor Photoelectric pdf

baca juga: Jual BOS018P Balluff Sensor Photoelectric

Pemesanan

Untuk permintaan harga mengenai BOS01CR (BOS 50K-PA-PR10-S4) Balluff Sensor Photoelectric silahkan hubungi kami. Selain kami menyediakan Sensor tipe dalam artikel ini kami juga menyediakan jenis lainnya lengkap dan original. Seperti Inductive sensors, Capacitive sensors, magnetic field sensors, Flow Sensor Dan jenis lainnya dari Balluff lengkap. Untuk informasi lebih lanjut atau mendapatkan penawaran terbaik, jangan ragu untuk menghubungi tim sales marketing kami atau kunjungi situs web kami.