BOS01FN Balluff

Jual Balluff BOS01FN Photoelectric Sensor

BOS01FN BalluffJual Balluff BOS01FN Photoelectric Sensor

Rizki Arika Teknik menjual BOS01FN (BOS 23K-PA-RR10-S4) Balluff Sensor Photoelectric di Indonesia. Barang yang kami jual merupakan barang new original dan bergaransi. Dengan Harga yang kami sediakan sangat kompetitif dan terjangkau. Selain itu juga kami tidak hanya menyediakan Jenis BOS01FN (BOS 23K-PA-RR10-S4) Balluff Sensor Photoelectric, kami juga menyediakan tipe, dan series dari Balluff lengkap.

BOS01FN (BOS 23K-PA-RR10-S4) Balluff Photoelectric Sensor

Dalam dunia industri, koneksi listrik yang stabil dan aman sangat penting untuk memastikan performa optimal perangkat otomasi. Sensor fotoelektrik Balluff BOS01FN hadir dengan teknologi konektivitas canggih yang menjamin keandalan dalam berbagai kondisi operasional. Dengan fitur perlindungan yang komprehensif, sensor ini memberikan solusi terbaik untuk industri yang membutuhkan sistem deteksi presisi tinggi. Artikel ini membahas tentang masing-masing spesifikasi fitur pada sensor yang kami jual ini.

Spesifikasi Mekanis Sensor

1. Dimensi Sensor (Dimension)

Dimensi sensor adalah 23 x 51 x 52.4 mm, yang berarti perangkat ini memiliki ukuran yang cukup kompak. Kemudian dimensi ini memungkinkan pemasangan di berbagai area industri tanpa memerlukan banyak ruang, sehingga meningkatkan fleksibilitas dalam desain sistem.

2. Bagian Pemasangan (Mounting Part)

Sensor ini dirancang untuk dipasang menggunakan sekrup M4. Penggunaan sekrup M4 memastikan kestabilan perangkat selama operasional, serta kompatibilitas dengan berbagai sistem pemasangan yang umum digunakan di industri.

3. Torsi Pengencangan Maksimum (Tightening Torque Max.)

Agar sensor terpasang dengan aman tanpa merusak komponen mekanisnya, torsi pengencangan maksimum yang direkomendasikan adalah 1.5 Nm. Kemudian penggunaan torsi yang tepat memastikan sensor tetap stabil dan terhindar dari potensi kegagalan akibat pemasangan yang terlalu longgar atau terlalu kencang.

Fitur Optik dan Prinsip Kerja Sensor Optik

1. Intensitas Cahaya Sekitar Maksimum (Ambient Light Max.)

Sensor ini dapat beroperasi dengan baik dalam lingkungan dengan cahaya sekitar hingga 5000 Lux. Nilai ini menunjukkan tingkat pencahayaan maksimum di mana sensor tetap dapat mendeteksi objek tanpa gangguan.

2. Karakteristik Berkas Cahaya (Beam Characteristic)

Sensor memiliki karakteristik berkas divergen, yang berarti cahaya yang dipancarkan menyebar dalam pola tertentu. Hal ini memungkinkan cakupan area yang lebih luas dalam deteksi objek.

3. Zona Buta (Blind Zone)

Zona buta merupakan area di mana sensor tidak dapat mendeteksi objek secara efektif. Dalam spesifikasi ini, zona buta adalah 300 mm, sehingga perlu diperhitungkan dalam pemasangan sensor agar tidak mengganggu kinerjanya.

4. Kelompok LED Berdasarkan IEC 62471

Sensor ini termasuk dalam Exempt Group berdasarkan standar IEC 62471, yang berarti emisi cahaya LED tidak berbahaya bagi mata manusia, sehingga aman digunakan dalam berbagai aplikasi industri.

5. Ukuran Titik Cahaya (Light Spot Size)

Pada jarak 12 meter, ukuran titik cahaya yang dipancarkan oleh sensor adalah 300 x 300 mm. Parameter ini penting untuk menentukan cakupan area deteksi dalam aplikasi tertentu.

6. Jenis Cahaya (Light Type)

Sensor ini menggunakan cahaya LED merah, yang dikenal karena daya tahan tinggi, konsumsi energi rendah, dan kestabilan dalam berbagai kondisi lingkungan.

7. Filter Polarisasi (Polarizing Filter)

Sensor ini dilengkapi dengan filter polarisasi, yang berguna untuk mengurangi pantulan cahaya dari permukaan reflektif seperti kaca atau logam, sehingga meningkatkan akurasi deteksi.

8. Prinsip Operasi Optik (Principle of Optical Operation)

Sensor ini bekerja dengan prinsip sensor retroreflektif, di mana cahaya yang dipancarkan akan dipantulkan kembali oleh reflektor dan diterima kembali oleh sensor. Teknologi ini memungkinkan deteksi objek secara akurat bahkan dalam kondisi pencahayaan yang menantang.

9. Fungsi Sakelar Optik (Switching Function, Optical)

Sensor ini mendukung fungsi dark-on/light-on, yang berarti dapat dikonfigurasi untuk mendeteksi objek dalam kondisi terang atau gelap, sesuai dengan kebutuhan aplikasi pengguna.

10. Pergantian Cahaya/Gelap (Light/Dark Switching)

Kemampuan untuk beralih antara mode cahaya dan gelap memberikan fleksibilitas lebih dalam integrasi sensor dengan sistem otomatisasi yang ada.

11. Panjang Gelombang (Wavelength)

Sensor ini bekerja dengan panjang gelombang 640 nm, yang berada dalam spektrum cahaya merah. Teknisi sering menggunakan cahaya merah dalam sensor industri karena visibilitasnya yang baik serta kemampuannya dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Spesifikasi Data Listrik dan Parameter

1. Arus Tanpa Beban (No-Load Current)

Arus tanpa beban atau No-Load Current adalah arus maksimum yang mengalir saat perangkat dalam kondisi siaga tanpa beban yang terhubung. Dalam spesifikasi ini, nilai maksimum arus tanpa beban adalah 30 mA pada tegangan operasi tertentu (Ue). Hal ini menunjukkan konsumsi daya minimum perangkat saat tidak aktif sepenuhnya.

2. Tegangan Operasi (Operating Voltage)

Tegangan operasi (Ub) adalah rentang tegangan yang diperlukan agar perangkat dapat berfungsi dengan optimal. Dalam spesifikasi ini, tegangan operasi berkisar antara 10 hingga 30 VDC, yang berarti perangkat dapat beroperasi pada sumber daya dengan tegangan searah (DC).

3. Kelas Perlindungan (Protection Class)

Perangkat ini memiliki kelas perlindungan II, yang berarti perangkat memiliki perlindungan tambahan terhadap sengatan listrik tanpa memerlukan sambungan pentanahan.

4. Tegangan Isolasi Terukur (Rated Insulation Voltage)

Tegangan isolasi terukur (Ui) menunjukkan batas maksimum tegangan yang dapat ditahan oleh isolasi perangkat tanpa mengalami kegagalan. Dalam hal ini, nilai 75 V DC menunjukkan tingkat keamanan terhadap lonjakan tegangan.

5. Arus Operasi Terukur (Rated Operating Current)

Arus operasi terukur (Ie) adalah arus maksimum yang dapat mengalir dalam perangkat saat beroperasi dengan beban normal. Dalam spesifikasi ini, arus operasi adalah 100 mA, yang memastikan stabilitas kinerja perangkat.

6. Tegangan Operasi Terukur (Rated Operating Voltage)

Tegangan operasi terukur (Ue) untuk perangkat ini adalah 24 V DC, yang merupakan tegangan standar dalam banyak aplikasi industri dan otomasi.

7. Waktu Kesiapan Maksimum (Ready Delay)

Ready delay (tv max.) adalah waktu maksimum yang dibutuhkan perangkat untuk siap beroperasi setelah dinyalakan. Dalam spesifikasi ini, nilai maksimum adalah 300 ms, yang berarti perangkat membutuhkan waktu sekitar 0,3 detik sebelum bisa digunakan.

8. Arus Residual Maksimum (Residual Current)

Arus residual (Ir max.) menunjukkan arus bocor maksimum yang dapat terjadi saat perangkat dalam kondisi tidak aktif. Nilai 50 µA dalam spesifikasi ini menunjukkan tingkat kebocoran arus yang sangat rendah, sehingga meningkatkan efisiensi dan keamanan.

9. Ripple Maksimum (% dari Ue)

Ripple adalah variasi tegangan kecil dalam catu daya DC yang dapat mempengaruhi kinerja perangkat. Spesifikasi ini mengizinkan ripple maksimum sebesar 10% dari Ue, yang menunjukkan kestabilan tegangan yang cukup baik.

10. Frekuensi Switching (Switching Frequency)

Perangkat dapat melakukan sejumlah siklus hidup/mati dalam satu detik yang disebut frekuensi switching. Perangkat ini memiliki frekuensi switching sebesar 600 Hz, yang berarti dapat melakukan 600 perubahan status dalam satu detik, kemudian menunjukkan responsivitas tinggi.

11. Waktu Penundaan Pemadaman (Turn-Off Delay)

Perangkat membutuhkan waktu pemadaman (Turn-Off Delay – toff) untuk benar-benar mati setelah perintah diberikan. Kemudian dalam spesifikasi ini, nilai maksimum adalah 0,83 ms, yang memastikan reaksi cepat.

12. Waktu Penundaan Penyalaan (Turn-On Delay)

Waktu penyalaan (Turn-On Delay – ton) adalah waktu yang diperlukan perangkat untuk aktif setelah diberikan tegangan operasi. Dengan nilai 0,83 ms, perangkat dapat langsung bekerja tanpa keterlambatan yang berarti.

13. Kategori Pemanfaatan (Utilization Category)

Kategori pemanfaatan menunjukkan standar penggunaan perangkat dalam sistem kelistrikan. Kemudian perangkat ini memiliki kategori DC-13, yang berarti cocok untuk aplikasi kontrol elektromagnetik dalam sistem DC.

14. Penurunan Tegangan Maksimum (Voltage Drop Ud max.)

Penurunan tegangan (Voltage Drop – Ud max.) adalah selisih tegangan yang terjadi saat arus mengalir melalui perangkat. Kemudian dalam spesifikasi ini, nilai maksimum penurunan tegangan adalah 2 V pada arus Ie, yang menunjukkan efisiensi konduksi listrik.

BOS01FN (BOS 23K-PA-RR10-S4) Balluff Photoelectric Sensor

BOS01FN (BOS 23K-PA-RR10-S4) Balluff Photoelectric Sensor Datasheet: BOS01FN Balluff Photoelectric Sensor pdf

baca juga: Jual BOS027M Balluff Photoelectric Sensor

Pemesanan

Untuk permintaan harga mengenai BOS01FN (BOS 23K-PA-RR10-S4) Balluff Sensor Photoelectric silahkan hubungi kami. Selain kami menyediakan Sensor tipe dalam artikel ini kami juga menyediakan jenis lainnya lengkap dan original. Seperti Inductive sensors, Capacitive sensors, magnetic field sensors, Flow Sensor Dan jenis lainnya dari Balluff lengkap. Untuk informasi lebih lanjut atau mendapatkan penawaran terbaik, jangan ragu untuk menghubungi tim sales marketing kami atau kunjungi situs web kami.