BTL1E22 Magnetostrictive Sensors Balluff

Jual BTL1E22 Magnetostrictive Sensors Balluff

 BTL1E22 Magnetostrictive Sensors Balluff

Jual BTL1E22/BTL7-E501-M0200-P-S32 Magnetostrictive Sensors Balluff

PT Rizki Arika Teknik kini Jual BTL1E22 Magnetostrictive Sensors Balluff kami menjadi Distributor resmi balluff di indonesia.

menyediakan dan menawarkan produk dari balluff dari berbagai jenis type series dan model produk. produk unggulam kami adalah produk sensor.

komitmen kami memberikan solusi automasi anda adalah acuan utama kami untuk menyediakan sparpart sparpart pabrik industrial,selain itu kami memiliki produk yang terjamin dalam hal aspek ke aslian, kualitas dan garansi resmi.

BTL1E22 Magnetostrictive Sensors Balluff

BTL1E22 Magnetostrictive Sensors Balluff adalah sensor pengukur posisi linier dengan teknologi magnetostriktif canggih. Sensor ini digunakan untuk mengukur posisi bergerak dengan sangat presisi, seringkali dalam aplikasi hidrolik, otomasi industri, atau mesin berat.

Sensor ini seperti mata super tajam yang bisa mendeteksi pergerakan sekecil apa pun tanpa menyentuh benda tersebut. Di dunia industri, sensor ini penting untuk memastikan:

  • Presisi Tinggi

  • Tidak Ada Kontak Fisik (Minim Aus dan Rusak)

  • Keandalan Jangka Panjang

Tanpa sensor seperti ini, akurasi produksi bisa berantakan, berujung pada kerugian besar.

Spesifikasi BTL1E22 Magnetostrictive Sensors Balluff

Kondisi Lingkungan Operasional

  • Suhu sekitar (Ambient temperature): -40 hingga 85 °C
    Sensor ini mampu beroperasi dalam suhu ekstrem, baik sangat dingin (-40°C) hingga sangat panas (85°C), cocok untuk lingkungan industri berat maupun luar ruangan.

  • EN 55016-2-3, Radiasi
    Standar ini mengatur batas radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh perangkat elektronik. Sensor ini memenuhi syarat untuk digunakan di lingkungan industri maupun residensial tanpa mengganggu perangkat elektronik lain.

Kondisi Getaran dan Guncangan

  • EN 60068-2-27, Guncangan Berulang (Continuous shock): 150 g selama 2 ms
    Sensor diuji mampu menahan guncangan berulang dengan kekuatan 150 kali gaya gravitasi dalam waktu singkat (2 milidetik).

  • EN 60068-2-27, Guncangan Tunggal: 150 g selama 6 ms
    Dapat menahan guncangan besar sesaat tanpa mengalami kerusakan.

  • EN 60068-2-6, Getaran: 20 g, 10–2000 Hz
    Tahan terhadap getaran berkepanjangan dalam rentang frekuensi luas hingga kekuatan 20 g, menjadikannya ideal untuk mesin bergetar tinggi.

Ketahanan terhadap Gangguan Elektromagnetik

  • EN 61000-4-2, ESD Level 3
    Tahan terhadap pelepasan muatan elektrostatik (Electrostatic Discharge) tingkat 3, sesuai standar industri.

  • EN 61000-4-3, RFI Level 3
    Dapat beroperasi dengan baik meskipun terpapar radio frequency interference (gangguan dari gelombang radio) tingkat sedang hingga tinggi.

  • EN 61000-4-4, Burst Level 3
    Tahan terhadap lonjakan pulsa arus cepat (transient) yang umum terjadi di lingkungan industri.

  • EN 61000-4-5, Surge Level 2
    Mampu menahan lonjakan arus (surge) akibat petir atau switching tegangan hingga tingkat 2.

  • EN 61000-4-6, Gelombang Frekuensi Tinggi Level 3
    Tahan terhadap interferensi dari sinyal frekuensi tinggi yang umum terjadi di lingkungan industri.

  • EN 61000-4-8, Medan Magnet Level 4
    Memiliki ketahanan tinggi terhadap gangguan medan magnet, cocok untuk area dengan arus listrik besar atau motor industri.

Perlindungan Mekanis dan Lingkungan

  • IP67 (dengan konektor)
    Sensor memiliki perlindungan total terhadap debu dan dapat tahan terhadap perendaman air hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit, selama konektor terpasang dengan benar.

  • Kelembapan relatif: ≤ 90 %, non-kondensasi
    Sensor dapat digunakan pada kelembapan tinggi asalkan tidak terjadi kondensasi yang bisa merusak komponen internal.

  • Suhu penyimpanan: -40 hingga 100 °C
    Dapat disimpan dalam suhu ekstrem tanpa merusak performa jangka panjang.

  • Koefisien suhu: ≤ 30 ppm/K pada 50% (500 mm)
    Tingkat perubahan output sensor terhadap perubahan suhu sangat kecil, hanya 30 bagian per sejuta per derajat Kelvin, menjamin stabilitas tinggi.


Keamanan Fungsional

  • MTTF (Mean Time To Failure) pada 40 °C: 49 tahun
    Perkiraan umur rata-rata sebelum terjadi kegagalan adalah 49 tahun pada suhu operasional standar. Menunjukkan keandalan sangat tinggi untuk aplikasi jangka panjang.


Antarmuka dan Output

  • Output analog arus:

    • 4…20 mA: Sinyal standar industri di mana 4 mA menunjukkan nol posisi atau kondisi minimum, dan 20 mA menunjukkan posisi maksimum.

    • 20…4 mA: Inversi dari sinyal standar, digunakan sesuai kebutuhan sistem kontrol atau preferensi aplikasi.

Fitur Dasar (Basic Features)

  • Persetujuan/Kesesuaian (Approval/Conformity):

    • CE: Menunjukkan bahwa produk memenuhi standar keselamatan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan Uni Eropa.

    • cULus: Menandakan bahwa produk telah lulus uji oleh Underwriters Laboratories untuk digunakan di Amerika Serikat dan Kanada.

    • WEEE (Waste Electrical and Electronic Equipment): Produk tunduk pada peraturan Eropa untuk pembuangan limbah peralatan elektronik, memastikan ramah lingkungan.

  • Jumlah Magnet (Factory setting): 1
    Secara bawaan dari pabrik, sensor telah dikonfigurasi untuk digunakan dengan 1 magnet.

  • Jumlah Magnet Maksimal: 2
    Sensor dapat digunakan dengan hingga 2 magnet untuk mendeteksi lebih dari satu posisi (multi-point sensing), berguna dalam sistem linear atau otomatisasi kompleks.


Koneksi Listrik (Electrical Connection)

  • Jenis Konektor: M16x0.75, 8-pin
    Menggunakan konektor M16 berulir halus dengan 8 pin, menyediakan konektivitas yang aman dan andal untuk transmisi sinyal serta suplai daya.

  • Arah Konektor: Aksial (Axial)
    Posisi konektor sejajar dengan badan sensor, biasanya dipilih untuk instalasi ruang sempit atau inline mounting.

  • Perlindungan Polaritas Terbalik: Hingga 36 V
    Sensor dilengkapi dengan proteksi terhadap pemasangan kabel yang salah (polaritas terbalik) hingga tegangan 36 volt, mencegah kerusakan perangkat.

  • Proteksi Hubung Singkat: ke GND dan ke 36 V DC
    Jika terjadi korsleting ke ground atau ke suplai 36 V, sensor tetap terlindungi dan tidak mengalami kerusakan permanen.


Data Kelistrikan (Electrical Data)

  • Konsumsi Arus Maksimal pada 24 VDC: 180 mA
    Sensor memerlukan arus maksimum sebesar 180 miliampere saat beroperasi pada tegangan 24 volt DC.

  • Sinyal Kesalahan (Error Signal):

    • Ia turun (falling): 3.6 mA

    • (rising): 3.6 mA
      Keduanya menunjukkan bahwa dalam kondisi kesalahan, arus output akan tetap pada nilai 3.6 mA — ini adalah standar industri untuk mendeteksi kesalahan sistem.

  • Isolasi Galvanik: Tidak tersedia (no)
    Sensor tidak memiliki isolasi galvanik, artinya bagian input dan output memiliki jalur referensi listrik yang sama.

  • Arus Masuk (Inrush Current): ≤ 500 mA selama 10 ms
    Saat sensor pertama kali dinyalakan, dapat terjadi lonjakan arus hingga 500 mA selama 10 milidetik, yang harus diperhitungkan dalam desain sistem catu daya.

  • Tegangan Operasional (Ub): 10…30 VDC
    Sensor dapat dioperasikan dengan suplai DC antara 10 hingga 30 volt, menjadikannya fleksibel untuk berbagai sistem industri.

  • Sinyal Output
    Output dapat dikonfigurasi menggunakan alat bantu perangkat lunak, memungkinkan penyesuaian karakteristik output untuk kebutuhan spesifik.

  • Tegangan Lebih (Overvoltage Protection) 36 V
    Jika tegangan suplai melebihi batas kerja, sensor masih aman hingga 36 V berkat proteksi tegangan lebih internal.

  • Waktu Tunda Aktif (Switch-on Delay): 600 ms
    Setelah dinyalakan, sensor memerlukan waktu maksimal 600 milidetik sebelum mulai bekerja secara penuh.

  • Tahan Tegangan (Voltage-proof): hingga 500 V AC antara GND dan housing
    Terdapat isolasi dielektrik antara ground dan casing perangkat hingga 500 volt AC, memberikan perlindungan terhadap gangguan atau tegangan induksi dari lingkungan industri berat

Material (Bahan Material)

  • Bahan Penutup (Cover Material):
    Aluminium cetak (die-cast) berlapis nikel (nickel plated) – memberikan perlindungan tinggi terhadap korosi dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang keras, seperti area industri dengan kelembapan tinggi atau zat kimia ringan.

  • Bahan Rumah (Housing Material):
    Aluminium anodized – bahan yang ringan namun kuat, dengan proses anodisasi yang meningkatkan ketahanan terhadap korosi dan goresan, serta memberikan insulasi elektrik tambahan.

  • Perlindungan Permukaan Rumah (Surface Protection):
    Anodized – artinya seluruh permukaan rumah sensor telah melalui proses anodisasi untuk meningkatkan daya tahan mekanik dan kimia.


Data Mekanik (Mechanical Data)

  • Jarak Minimum Antar Magnet: 65 mm
    Untuk pengoperasian yang akurat dan mencegah gangguan sinyal antar dua magnet, diperlukan jarak minimum sebesar 65 mm antara keduanya.

  • Bagian Pemasangan (Mounting Part):
    Menggunakan klem pemasangan (mounting clamps), memudahkan instalasi pada berbagai permukaan atau kerangka mesin tanpa memerlukan dudukan khusus.

  • Titik Nol (Null Point): 72.0 mm
    Titik nol adalah posisi awal referensi pengukuran sensor yang berada pada 72 mm dari ujung sensor, penting untuk kalibrasi awal dan perhitungan panjang pengukuran efektif.

  • Panjang Keseluruhan (Overall Length): 345 mm
    Total panjang fisik sensor, termasuk rumah dan konektor, adalah 345 mm, yang harus diperhitungkan saat integrasi dalam sistem atau panel mesin.


Jarak/Pengukuran (Range/Distance)

  • Panjang Pengukuran (Measuring Length): 200 mm
    Sensor ini mampu mengukur gerakan linier sepanjang 200 mm, menjadikannya cocok untuk berbagai aplikasi aktuasi presisi dan pemantauan posisi.

  • Non-linearitas Maksimum: ±50 µm
    Ini adalah deviasi maksimum dari garis lurus ideal dalam seluruh panjang pengukuran. Nilai ±50 mikrometer menunjukkan tingkat akurasi tinggi dari sensor ini.

  • Akurasi Pengulangan (Repeat Accuracy): ±5 µm
    Sensor mampu mengulangi pengukuran pada posisi yang sama dengan penyimpangan hanya ±5 mikrometer, menunjukkan presisi sangat tinggi, penting untuk sistem kontrol presisi.

  • Frekuensi Sampling Maksimum: 4000 Hz
    Sensor dapat melakukan pengambilan data hingga 4000 kali per detik, sangat ideal untuk aplikasi dinamis dan cepat, seperti robotika, kontrol servo, dan mesin berkecepatan tinggi.

Type Type Balluff yang Kami Sediakan

BAE0113 | BNI0040 | BCC06HC | BOS02AP | BES05T8 | BAM014H | BCC0LPU | BCC0AY6 | BCC04JY |
BNI008C | BAE00LC | BES060M | BES060P | BES060U | BES060R | BES060T | BES060N | BCC0C00 | BOS02A3 |
BES02WW | BCS012N | BCM0002 | BOS02AR | BOS029M | BES0068 | BES00FC | BES05ZL | BES006A | BOS018P |
BOS02AU | BOS02AE | BOS02A0 | BOS02A1 | BGL0018 | BAM03FA | BOS02A6 | BAM01JP | BES03HM | BES004T |
BES002P | BES006P | BES0095 | BES0091 | BES00HM | BTL1J3W | BOS0210 | BOS01KL | BIS0108 | BIS00LH |
BES01F3 | BES00A4 | BES005P | BES0059 | BES004P | BES0024 | BCC0C02 | BCC0368 | BCC0367 | BCC02PM |
BCC02PL

baca juga :  Distributor Sensor Balluff Indonesia Terbaik

PEMESANAN

Temukan Produk Asli & Bergaransi Hanya di PT. Rizki Arika Teknik!

Kami Menyediakan BTL1E22 Magnetostrictive Sensors Balluff dan bermacam sensor, conector, aktuator hingga komponen otomasi balluff. dengan harga yang kompetitif dan pengiriman cepat ke seluruh indonesia.