Jual Inductive Sensor Balluff BES006P Indonesia
Rizki Arika Teknik, sebagai mitra terpercaya untuk industri di seluruh Indonesia, memperkenalkan inovasi sensorik terkini seperti Sensor Induktif Balluff BES006P (BES M18MG-NSC16F-BV02) yang memiliki keunggulan signifikan. Kami tidak hanya menjamin kualitas dan menawarkan harga yang kompetitif untuk produk baru ini, tetapi juga menyediakan beragam tipe dan seri produk Balluff lainnya yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional di berbagai lini industri Anda.
Inductive Sensor Balluff (BES006P BES M18MG-NSC16F-BV02)
Dalam dunia otomasi industri, sensor proksimitas induktif memainkan peran penting dalam mendeteksi objek logam tanpa kontak fisik. Salah satu produk unggulan dalam kategori ini adalah Sensor Balluff BES006P. Artikel ini akan membahas product kami secara mendalam fitur, spesifikasi, aplikasi, dan keunggulan sensor ini, memberikan pemahaman komprehensif mengapa sensor ini menjadi pilihan utama bagi banyak profesional.
Fitur Utama Balluff BES006P
Balluff BES006P dirancang dengan presisi dan daya tahan tinggi. Berikut adalah beberapa fitur unggulannya:
Koneksi Listrik yang Andal: Dilengkapi dengan kabel PVC sepanjang 2 meter dengan diameter 4,5 mm dan penampang konduktor 0,34 mm², memastikan koneksi listrik yang stabil dan tahan lama.
Perlindungan Polaritas Terbalik: Sensor ini dilengkapi dengan perlindungan terhadap polaritas terbalik, mencegah kerusakan akibat kesalahan pemasangan kabel.
Perlindungan Terhadap Kesalahan Perangkat: Mencegah kesalahan pemasangan atau penggunaan perangkat yang tidak sesuai, memastikan operasi yang aman dan andal.
Perlindungan Hubung Singkat: Melindungi sensor dari kerusakan akibat hubung singkat, meningkatkan umur operasional perangkat.
Spesifikasi Data Elektrikal
1. Kapasitansi Beban Maksimum: Stabil di 0,5 µF
Sensor induktif menetapkan 0,5 mikrofarad (µF) sebagai kapasitansi beban maksimum pada tegangan kerja (Ue), yang merupakan salah satu parameter pentingnya. Nilai ini menunjukkan kapasitas maksimal beban yang dapat ditangani sensor tanpa mengganggu fungsi pendeteksiannya. Kapasitansi yang stabil sangat penting dalam menjaga kestabilan sinyal dan mencegah gangguan listrik dalam sistem.
2. Arus Minimum dan Arus Tanpa Beban
Sensor ini memiliki arus minimum operasi (Im) sebesar 0 mA, yang berarti sensor tetap dapat berfungsi meskipun arus yang dialirkan sangat rendah. Hal ini sangat bermanfaat dalam aplikasi hemat energi.
Sementara itu, arus tanpa beban maksimum (Io max.) ditentukan dalam dua kondisi:
Saat teredam (damped): maksimal 8 mA
Saat tidak teredam (undamped): maksimal 2 mA
Perbedaan ini menunjukkan bahwa kehadiran objek logam yang memasuki medan sensor memengaruhi konsumsi arus secara signifikan.
3. Tegangan Operasi: Rentang Luas 10–30 VDC
Sensor induktif ini mendukung tegangan kerja (Ub) dalam kisaran 10 hingga 30 volt DC, memungkinkan fleksibilitas dalam integrasi dengan berbagai sistem kontrol industri. Rentang tegangan yang luas ini memastikan sensor dapat bekerja secara andal dalam berbagai kondisi kelistrikan di lapangan.
4. Resistansi Output dan Perlindungan Listrik
Sensor dilengkapi dengan resistansi output (Ra) sebesar 33.0 kOhm + D, yang membantu dalam mengatur sinyal output agar tetap stabil saat diteruskan ke sistem pemrosesan.
Selain itu, sensor ini memiliki kelas perlindungan II, yang menunjukkan bahwa perangkat dilengkapi dengan isolasi ganda dan tidak memerlukan sambungan pembumian. Perlindungan ini sangat penting dalam mencegah risiko korsleting atau kerusakan pada perangkat elektronik.
5. Parameter Tegangan dan Arus Terkait Operasi
Tegangan isolasi nominal (Ui): 250 V AC
Arus operasi nominal (Ie): 200 mA
Tegangan operasi nominal (Ue): 24 V DC
Spesifikasi ini menunjukkan tingkat keamanan dan kestabilan sensor dalam mengendalikan arus serta kemampuannya dalam menangani beban pada tegangan standar industri.
Spesifikasi Teknis
Berikut adalah spesifikasi teknis dari BES006P:
Dimensi: Ø 18 x 55 mm
Gaya Housing: M18x1
Instalasi: Non-flush
Jarak Sensing: 16 mm
Output Switching: NPN Normally Open (NO)
Frekuensi Switching: 430 Hz
Material Housing: Kuningan dengan lapisan bebas nikel
Material Permukaan Sensing: PBT
Koneksi: Kabel PVC 2 meter
Tegangan Operasi: 10 hingga 30 VDC
Suhu Operasi: -40 hingga 85 °C
Rating IP: IP68
Sertifikasi: CE, UKCA, cULus, WEEE
Spesifikasi Mekanikal Data
1. Dimensi Fisik: Ø18 x 55 mm yang Kompak dan Efisien
Salah satu keunggulan utama dari sensor induktif ini adalah desainnya yang ringkas dengan diameter 18 mm dan panjang 55 mm. Dimensi ini menjadikannya sangat ideal untuk digunakan pada sistem industri dengan ruang terbatas, tanpa mengorbankan performa atau sensitivitas deteksi.
2. Instalasi Non-Flush: Deteksi Lebih Jauh dan Presisi Tinggi
Instalasi non-flush, yang melarang pemasangan sensor secara rata atau sejajar sepenuhnya dengan permukaan logam di sekitarnya, memungkinkan sensor ini memperluas jangkauan medan elektromagnetiknya. Dengan demikian, sensor mampu mendeteksi objek dari jarak yang lebih jauh dibandingkan sensor flush (rata).
Keuntungan lainnya dari konfigurasi non-flush adalah respon sensor yang lebih akurat, karena tidak terganggu oleh pengaruh medan logam di sekelilingnya. Namun, penting untuk memperhatikan jarak pemasangan minimum antara sensor dan permukaan metal di sekitarnya agar performanya tetap optimal.
3. Panjang Pemasangan: 40,5 mm untuk Stabilitas Maksimal
Perancang telah membuat sensor ini dengan panjang pemasangan 40,5 mm, yang mengindikasikan kedalaman ideal saat memasangnya ke dalam dudukan atau bracket. Mereka merancang panjang ini agar sensor tetap kokoh, tidak mudah bergeser, serta dapat memaksimalkan posisi deteksi yang konsisten dan stabil.
Dengan pemasangan yang tepat, sensor tidak hanya bekerja lebih andal, tetapi juga memiliki umur pakai yang lebih lama karena tidak mengalami getaran atau tekanan berlebih selama pengoperasian.
4. Ukuran Ulir M18x1: Kompatibel dan Serbaguna
Ukuran ulir M18x1 adalah standar industri yang sangat populer untuk sensor silindris. Hal ini memberikan fleksibilitas pemasangan yang luas dan kompatibilitas tinggi dengan berbagai aksesoris, seperti dudukan sensor, braket, dan rumah sensor.
Keuntungan dari standar ulir ini adalah kemudahan dalam proses penggantian atau upgrade sensor pada sistem yang sudah ada, tanpa perlu modifikasi besar-besaran pada perangkat keras.
5. Torsi Pengencangan: 25 Nm untuk Pemasangan Aman
Tim teknisi menetapkan torsi pengencangan maksimum sebesar 25 Newton meter (Nm) untuk memastikan sensor terpasang dengan aman dan tidak mudah longgar. Pengencangan yang sesuai sangat penting untuk menghindari kerusakan pada bodi sensor akibat tekanan berlebih, serta mencegah pergeseran posisi sensor selama operasi.
Torsi ini juga merupakan batas aman yang menjaga kestabilan sensor tanpa merusak ulir atau bagian dudukan. Penggunaan alat torsi yang tepat sangat disarankan untuk mencapai tingkat pengencangan yang ideal.
Jangkauan Operasi Sensor
1. Operasi Terjamin (Assured Operating Distance) – 12,8 mm
Sensor ini memiliki jarak operasi terjamin (Sa) sebesar 12,8 mm, yang berarti sensor dapat mendeteksi objek logam secara konsisten dalam jarak tersebut, tanpa terganggu oleh kondisi lingkungan standar seperti suhu dan tegangan. Nilai ini memberikan jaminan bahwa dalam aplikasi nyata, sensor akan tetap bekerja secara akurat pada jarak tersebut, meskipun terjadi variasi kecil dalam pemasangan atau kondisi sistem.
2. Jarak Operasi Nominal (Rated Operating Distance) – 16,0 mm
Jarak operasi nominal (Sn) menunjukkan jarak maksimum teoritis di mana sensor mampu mendeteksi target berbahan logam standar (biasanya baja) dalam kondisi ideal. Pada sensor ini, nilai Sn adalah 16,0 mm. Angka ini menjadi referensi utama dalam pemilihan sensor berdasarkan kebutuhan aplikasi tertentu.
3. Jarak Switching Nyata (Real Switching Distance) – 16 mm
Sensor ini menunjukkan nilai jarak switching nyata (sr) sebesar 16 mm, yang berarti setara dengan jarak operasi nominalnya. Hal ini menunjukkan bahwa sensor mampu mempertahankan performa deteksinya secara optimal dalam kondisi nyata, tanpa penurunan sensitivitas. Ini adalah keunggulan penting karena menjamin keandalan deteksi bahkan dalam lingkungan yang tidak ideal.
4. Histeresis Maksimum – 15% dari Sr
Histeresis (H) adalah perbedaan antara jarak saat sensor menyala (ON) dan mati (OFF). Nilai maksimum histeresis sebesar 15% dari jarak switching nominal (Sr) memastikan bahwa sensor tidak terlalu sensitif terhadap perubahan kecil posisi target, sehingga menghindari getaran atau noise yang bisa memicu deteksi palsu (false trigger). Histeresis yang terkontrol seperti ini sangat penting untuk kestabilan sistem, terutama pada mesin bergetar tinggi atau pergerakan cepat.
5. Akurasi Pengulangan Maksimum – 5% dari Sr
Dalam proses industri, akurasi pengulangan (repeat accuracy) menjadi krusial untuk memastikan bahwa sensor memberikan hasil deteksi yang konsisten dari waktu ke waktu. Sensor ini memiliki tingkat penyimpangan pengulangan maksimum hanya 5% dari Sr, yang berarti sangat stabil dan presisi tinggi. Dengan kata lain, setiap kali target logam masuk dan keluar dari area deteksi, hasil pengaktifan sensor akan hampir identik tanpa variasi besar.
Type Inductive Sensor Balluff Selain BES006P yang Kami Jual:
- BES0068
- BES00M5
- BES00HF
- BES030E
- BES0217
- BES0226
- BES0180
- BES01W2
- BES05KT
- BES049Y
- BES02H6
- BES05N8
- BES05N9
- BES05N7
- BES05KT
- BES021H
- BES048Y
Jika type yang Anda butuhkan tidak ada di atas, silahkan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.
Inductive Sensor Balluff BES006P (BES M18MG-NSC16F-BV02)
Inductive Sensor Balluff BES006P Datasheet: Inductive Sensor Balluff BES006P pdf
baca juga: Distributor Sensor Inductive Balluff Indonesia
Pemesanan
Dapatkan harga terbaik untuk Sensor Inductive Balluff BES006P (BES M18MG-NSC16F-BV02) sekarang juga! Hubungi tim marketing kami. Kami menyediakan layanan prima dan solusi lengkap untuk berbagai jenis sensor industri Balluff, termasuk fotolistrik, kapasitif, magnetik, dan aliran. Informasi lebih lanjut dan promo spesial tersedia melalui sales kami atau di website resmi.


Jual Inductive Sensor Balluff BES006P Indonesia