Jual Inductive Sensor Balluff BES03HM Indonesia
Rizki Arika Teknik mitra andalan bagi berbagai sektor industri di Indonesia, menghadirkan inovasi sensorik terdepan melalui produk unggulan Sensor Inductive Balluff BES03HM (BES M12MG-UOC30B-BV03). Kami berkomitmen untuk menyediakan unit baru yang kualitasnya terjamin dan sekaligus menawarkan harga yang sangat bersaing. Selain itu, kami merancang rangkaian lengkap tipe dan seri produk Balluff lainnya untuk mengoptimalkan kinerja operasional industri Anda.
Inductive Sensor Balluff BES03HM BES (M12MG-UOC30B-BV03)
Sensor Induktif Balluff BES03HM adalah sensor induktif berkualitas tinggi yang dirancang untuk berbagai aplikasi industri. Kemudian dengan berbagai fitur canggih dan standar internasional, sensor ini memberikan keandalan dan presisi tinggi dalam deteksi objek berbahan logam.
Fitur Utama Balluff BES03HM
Balluff BES03HM dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan yang memastikan performa optimal dalam berbagai kondisi industri:
1. Kepatuhan terhadap Standar Internasional
Sensor ini telah mendapatkan berbagai sertifikasi dan memenuhi standar global, termasuk:
- CE (Conformité Européenne)
- UKCA (United Kingdom Conformity Assessed)
- cULus (Underwriters Laboratories)
- WEEE (Waste Electrical and Electronic Equipment Directive)
- Standar dasar IEC 60947-5-2
Dengan kepatuhan terhadap standar tersebut, Balluff BES03HM menjamin keamanan dan keandalan dalam penggunaannya.
2. Indikator Fungsi untuk Kemudahan Operasional
- Indikator fungsi: Ya
- Indikator daya: Tidak
Indikator fungsi yang tersedia pada sensor ini mempermudah pengguna dalam memantau kinerjanya secara real-time.
Dimensi dan Struktur Kabel
Salah satu faktor utama dalam memilih kabel untuk aplikasi industri adalah diameter dan panjang kabel. Berikut adalah spesifikasi dari kabel ini:
- Diameter kabel: 4,60 mm
- Panjang kabel: 3 meter
- Penampang konduktor: 0,34 mm²
Kombinasi dimensi ini memberikan fleksibilitas dalam pemasangan dan memastikan bahwa kabel dapat mengalirkan arus listrik dengan stabil tanpa hambatan yang berlebihan.
Jenis Koneksi dan Material Kabel
Untuk memastikan keandalan dalam berbagai kondisi lingkungan, kabel ini memiliki spesifikasi berikut:
- Jenis koneksi: Kabel dengan panjang 3 meter, berbahan PVC.
- Jumlah konduktor: 2
Perancang mengenal material PVC karena ketahanannya terhadap kelembaban dan suhu ekstrem, yang menjadikannya pilihan ideal untuk aplikasi industri yang membutuhkan daya tahan tinggi.
Fitur Keamanan dan Proteksi Listrik
Selain dimensi dan materialnya, kabel ini dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan yang sangat penting untuk aplikasi industri:
1. Proteksi terhadap Pembalikan Polaritas
Fitur ini memastikan bahwa perangkat tetap beroperasi dengan aman meskipun terjadi kesalahan dalam pemasangan polaritas. Hal ini sangat penting dalam sistem otomasi dan juga kelistrikan yang kompleks.
2. Perlindungan terhadap Kesalahan Pemasangan Perangkat
Dalam lingkungan industri, kesalahan dalam menghubungkan perangkat dapat menyebabkan kerusakan serius. Kemudian perlindungan khusus melengkapi kabel ini untuk mencegah pencampuran perangkat yang salah.
3. Perlindungan terhadap Hubungan Singkat
Kabel ini juga memiliki fitur perlindungan terhadap hubungan singkat, yang berfungsi untuk mencegah kerusakan akibat lonjakan arus yang tidak diinginkan. Fitur ini juga sangat penting untuk menjaga keandalan dan umur panjang perangkat elektronik yang terhubung.
Spesifikasi Data Elektrikal Sensor
1. Kapasitansi Beban Maksimum (Load Capacitance max. at Ue: 1 µF)
Kapasitansi beban adalah nilai maksimum kapasitor yang dapat digunakan dalam rangkaian sensor tanpa mengganggu kinerjanya. Dalam hal ini, sensor juga memiliki kapasitansi beban maksimum sebesar 1 µF.
Fungsi utama kapasitansi beban adalah:
Menyaring noise dari sumber daya listrik.
Menstabilkan tegangan operasi.
Mencegah lonjakan tegangan yang dapat merusak sensor.
2. Arus Operasi Minimum (Min. Operating Current Im: 5 mA)
Sensor ini memiliki arus operasi minimum sebesar 5 mA, yang berarti sensor hanya akan mulai bekerja jika arus listrik yang mengalir mencapai minimal 5 mA.
Manfaat arus operasi minimum:
Memastikan sensor tidak aktif saat tidak diperlukan.
Mencegah konsumsi daya yang berlebihan.
Meningkatkan masa pakai sensor dengan menghindari arus rendah yang tidak stabil.
3. Tegangan Operasi (Operating Voltage Ub: 10…36 VDC)
Sensor ini beroperasi dalam rentang tegangan 10 hingga 36 VDC, menjadikannya fleksibel untuk berbagai aplikasi industri.
Keuntungan rentang tegangan operasi yang luas:
Dapat digunakan dengan berbagai jenis sumber daya.
Mengurangi risiko kegagalan akibat fluktuasi tegangan.
Meningkatkan keandalan dalam kondisi lingkungan yang berbeda.
4. Tegangan Isolasi (Rated Insulation Voltage Ui: 75 V DC)
Tegangan isolasi sebesar 75 V DC menunjukkan batas tegangan maksimum yang dapat ditahan sensor sebelum terjadi kerusakan isolasi.
Fungsi utama tegangan isolasi:
Mencegah hubungan singkat.
Melindungi sensor dari lonjakan tegangan.
Memastikan keandalan sistem dalam lingkungan listrik yang bervariasi.
5. Arus Operasi Terukur (Rated Operating Current Ie: 100 mA)
Arus operasi terukur sebesar 100 mA menunjukkan bahwa kapasitas maksimum sensor dalam menangani arus listrik tanpa kehilangan performa. Kemudian hal ini sangat penting untuk menentukan kompatibilitas sensor dengan perangkat lain dalam sistem. Jika arus melebihi batas ini, sensor juga bisa mengalami kerusakan atau penurunan sensitivitas.
6. Tegangan Operasi Terukur (Rated Operating Voltage Ue: DC 24 V)
Sensor ini dirancang untuk beroperasi dengan tegangan standar DC 24 V, yang merupakan standar umum dalam industri otomasi.
Tegangan ini dipilih karena:
Memberikan keseimbangan antara efisiensi daya dan performa sensor.
Mengurangi risiko kerusakan akibat fluktuasi daya.
Kompatibel dengan sebagian besar sistem industri.
7. Arus Hubung Singkat Terukur (Rated Short Circuit Current: 100 A)
Sensor ini memiliki kapasitas arus hubung singkat sebesar 100 A, yang berarti sensor dapat menangani lonjakan arus hingga 100 A tanpa langsung mengalami kerusakan permanen.
Untuk mencegah kerusakan, sistem juga harus memiliki proteksi tambahan seperti sekering atau pemutus sirkuit untuk menangani lonjakan arus yang tidak terduga.
8. Waktu Kesiapan Maksimum (Ready Delay tv max.: 50 ms)
Sensor memerlukan waktu maksimum 50 ms sebelum siap beroperasi setelah dinyalakan.
Waktu ini diperlukan untuk:
Memastikan semua komponen internal stabil sebelum mulai mendeteksi.
Mencegah kesalahan deteksi akibat fluktuasi awal tegangan.
Memastikan sensor dapat beroperasi dengan keakuratan tinggi.
9. Arus Residual Maksimum (Residual Current Ir max.: 600 µA)
Arus residual menunjukkan jumlah arus listrik yang masih mengalir melalui sensor saat dalam kondisi non-aktif. Sensor ini juga memiliki arus residual maksimum sebesar 600 µA, yang cukup kecil untuk menghindari gangguan pada sistem.
Arus residual yang rendah menguntungkan karena:
Mencegah konsumsi daya yang tidak perlu.
Mengurangi risiko overheating sensor.
Meningkatkan efisiensi daya keseluruhan sistem.
10. Ripple Maksimum (Ripple max. (% of Ue): 15%)
Ripple adalah variasi tegangan yang terjadi dalam sinyal listrik sensor. Dengan maksimum ripple sebesar 15% dari tegangan operasi, sensor ini masih dapat bekerja dengan stabil meskipun ada fluktuasi kecil dalam daya.
Ripple yang terkendali memastikan:
Sinyal output sensor tetap akurat.
Sensor tidak mudah terganggu oleh noise listrik.
Meningkatkan daya tahan sensor dalam jangka panjang.
Spesifikasi Mekanis Sensor
1. Dimensi Sensor (Ø 12 x 43 mm)
Dimensi sensor menunjukkan ukuran fisik dari perangkat ini. Dengan ukuran diameter 12 mm dan panjang 43 mm, kemudian sensor ini memiliki bentuk yang cukup kompak dan ideal untuk berbagai aplikasi industri.
2. Pemasangan untuk Flush Mounting
Flush mounting adalah metode pemasangan sensor datar dengan permukaan tempat pemasangan, sehingga sensor tidak menonjol dan lebih terlindungi dari benturan eksternal.
Keunggulan pemasangan flush mounting:
1. Perlindungan lebih baik terhadap kerusakan akibat benturan atau getaran.
2. Penampilan lebih rapi dan integrasi lebih baik dengan mesin.
3. Meningkatkan akurasi deteksi sensor dengan mengurangi gangguan eksternal.
3. Panjang Pemasangan (Mounting Length: 40.00 mm)
Panjang pemasangan 40 mm menunjukkan seberapa dalam sensor dapat dimasukkan ke dalam bracket atau dudukan pemasangan.
4.Ukuran Sensor (M12x1)
Ukuran sensor M12x1 menunjukkan bahwa sensor ini juga memiliki ulir berdiameter 12 mm dengan pitch 1 mm. Ini adalah ukuran standar yang banyak digunakan dalam industri otomasi.
Keunggulan ukuran M12x1:
1. Standarisasi industri mempermudah kompatibilitas dengan berbagai aksesori pemasangan.
2. Mudah dipasang dan diganti tanpa perlu modifikasi tambahan.
3. Cocok untuk berbagai aplikasi sensor induktif, kapasitif, dan optik.
5. Torsi Pengencangan Maksimum (Tightening Torque: 15 Nm)
Torsi pengencangan menunjukkan seberapa kuat baut atau mur sensor harus dikencangkan agar tetap stabil tanpa merusak komponen mekanik sensor.
Pengencangan pada torsi maksimum 15 Nm memastikan:
1. Sensor tidak mudah lepas atau bergeser akibat getaran mesin.
2. Menghindari kerusakan mekanis akibat pengencangan berlebihan.
3. Menjaga keseimbangan antara kekuatan pemasangan dan fleksibilitas sensor.
Jarak Operasi Sensor
1. Jarak Operasi Terjamin (Assured Operating Distance Sa: 2,4 mm)
Jarak operasi terjamin (Sa) adalah jarak di mana sensor dapat mendeteksi objek secara konsisten tanpa kesalahan. Dalam spesifikasi ini, nilai Sa adalah 2,4 mm, yang berarti sensor juga dapat mendeteksi objek dengan akurasi tinggi dalam jangkauan ini.
2. Histeresis Sensor (Hysteresis H: 20% dari Sr)
Histeresis adalah perbedaan antara jarak aktivasi sensor saat objek mendekat dan saat objek menjauh.
Kemudian dengan histeresis maksimum 20% dari Sr, sensor ini dapat mengurangi fluktuasi deteksi akibat getaran atau variasi posisi objek, yang sangat penting dalam sistem yang bergerak cepat.
3. Jarak Operasi Nominal (Rated Operating Distance Sn: 3 mm)
Jarak operasi nominal (Sn) menunjukkan jarak ideal di mana sensorjuga dirancang untuk bekerja dalam kondisi standar. Kemudian dalam spesifikasi ini, Sn adalah 3 mm, yang berarti sensor mampu mendeteksi objek dalam rentang ini secara optimal.
Namun, dalam aplikasi nyata, faktor seperti suhu, kelembaban, dan jenis material objek dapat mempengaruhi Sn. Oleh karena itu, penting untuk memahami jarak operasi aktual sensor dalam kondisi kerja yang sesungguhnya.
4. Jarak Switching Aktual (Real Switching Distance sr: 3 mm)
Jarak switching aktual sr adalah jarak sebenarnya di mana sensor akan mengaktifkan saklar atau sinyal output. Kemudian dalam spesifikasi ini, sr = 3 mm, yang berarti sensor akan memberikan respons pada jarak ini dalam kondisi kerja optimal.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sr:
a. Material objek – Objek dengan sifat reflektif yang berbeda dapat mempengaruhi sr.
b. Suhu dan kelembaban – Perubahan kondisi lingkungan dapat mengubah respons sensor.
c. Ketepatan pemasangan – Posisi dan sudut sensor berpengaruh terhadap jarak switching.
5. Akurasi Pengulangan (Repeat Accuracy: 5% dari Sr)
Akurasi pengulangan menunjukkan kemampuan sensor untuk memberikan hasil deteksi yang sama dalam kondisi yang sama. Dengan nilai maksimum 5% dari Sr, kemudian sensor ini memiliki keandalan tinggi dalam aplikasi industri yang memerlukan presisi tinggi.
Type Inductive Sensor Balluff Selain BES03HM yang Kami Jual:
- BES0068
- BES00M5
- BES00HF
- BES030E
- BES0217
- BES0226
- BES0180
- BES01W2
- BES05KT
- BES049Y
- BES02H6
- BES05N8
- BES05N9
- BES05N7
- BES05KT
- BES021H
- BES048Y
Jika type yang Anda butuhkan tidak ada di atas, silahkan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.
Inductive Sensor Balluff BES03HM BES (M12MG-UOC30B-BV03)
Inductive Sensor Balluff BES03HM BES Datasheet: Inductive Sensor Balluff BES03HM BES pdf
baca juga: Distributor Sensor Balluff Indonesia Terbaik
Pemesanan
Dapatkan harga terbaik untuk Sensor Inductive Balluff BES03HM (BES M12MG-UOC30B-BV03) sekarang juga! Hubungi tim marketing kami. Kami menyediakan layanan prima dan solusi lengkap untuk berbagai jenis sensor industri Balluff, termasuk fotolistrik, kapasitif, magnetik, dan aliran. Informasi lebih lanjut dan promo spesial tersedia melalui sales kami atau di website resmi.


Jual Inductive Sensor Balluff BES03HM Indonesia