Balluff BES05ZL

Jual Inductive Sensor Balluff BES05ZL Indonesia

 Balluff BES05ZLJual Inductive Sensor Balluff BES05ZL Indonesia

Rizki Arika Teknik hadir sebagai mitra ahli yang berdedikasi untuk mendorong peningkatan kinerja industri di Indonesia. Kami menawarkan sensor induktif Balluff BES05ZL (BES M12MH-UST40B-S21G), sebuah solusi teruji yang menunjukkan keandalan dan efektivitas tinggi dalam beragam skenario aplikasi industri. Melampaui sekadar distribusi produk Balluff berkualitas tinggi dengan harga yang bersaing, tim kami juga merancang dan mengimplementasikan solusi yang dipersonalisasi untuk mengoptimalkan setiap detail operasional perusahaan Anda.

Inductive Sensor Balluff BES05ZL (BES M12MH-UST40B-S21G)

Dalam dunia industri modern, pemilihan sensor yang tepat berperan penting dalam menjamin efisiensi operasional dan keselamatan sistem. Salah satu sensor induktif yang banyak digunakan adalah Sensor Balluff BES05ZL, yang menawarkan fleksibilitas tinggi dengan dukungan tegangan AC maupun DC serta karakteristik kelistrikan yang tangguh. Artikel ini akan mengulas secara lengkap produk yang kami jual ini mengenai spesifikasi listrik sensor Balluff BES05ZL dan bagaimana perangkat ini mendukung keandalan sistem otomatisasi industri.

Spesifikasi Listrik Sensor Balluff BES05ZL

1. Sensor Induktif Balluff BES05ZL: Siap untuk Lingkungan Industri yang Kompleks

Sensor Balluff BES05ZL dirancang untuk mendeteksi objek logam secara presisi tanpa kontak langsung. Keunggulan utama dari model ini terletak pada kemampuannya bekerja pada rentang tegangan luas, baik DC maupun AC, menjadikannya sangat fleksibel dalam berbagai sistem industri.

2. Konsumsi Arus Minimum: Efisien dan Ramah Energi

Sensor ini dirancang dengan efisiensi tinggi. Saat dalam kondisi tidak terdeteksi (undamped), konsumsi arus minimum hanya 1 mA. Sedangkan arus minimum operasi (Im) untuk memastikan fungsionalitasnya berada di kisaran 2 mA. Nilai ini menjadikan sensor sangat ideal untuk sistem berdaya rendah atau yang mengandalkan catu daya terbatas.

3. Rentang Tegangan Operasi Luas: 10–300 VDC dan 20–265 VAC

Salah satu fitur unggulan dari Balluff BES05ZL adalah rentang tegangan operasinya yang sangat luas. Sensor ini dapat bekerja pada:

  • DC: 10 hingga 300 Volt

  • AC: 20 hingga 265 Volt

Hal ini menjadikan sensor ini cocok digunakan dalam berbagai aplikasi kelistrikan, tanpa perlu menyesuaikan dengan jenis tegangan yang tersedia. Fleksibilitas ini juga mengurangi kebutuhan stok sensor berbeda untuk sistem AC dan DC.

4. Tegangan dan Arus Terstandarisasi Sesuai Industri

  • Tegangan isolasi terukur (Ui): 250 V AC – memastikan keamanan antara komponen internal sensor terhadap kerusakan akibat lonjakan tegangan.

  • Tegangan operasi terukur (Ue): 110 V AC – nilai umum dalam sistem kontrol industri, menjamin kompatibilitas yang luas.

  • Arus operasi terukur (Ie): 130 mA – memberikan daya cukup untuk mengendalikan beban seperti relay, indikator, atau interface input PLC.

Dengan arus dan tegangan ini, sensor dapat langsung terhubung ke sistem kontrol tanpa memerlukan komponen perantara tambahan.

5. Tahan Hubung Singkat: Perlindungan Terhadap Arus Berlebih

Sensor ini memiliki kemampuan menangani arus hubung singkat hingga 100 A, menunjukkan bahwa komponen internalnya dilengkapi dengan perlindungan terhadap kerusakan akibat kesalahan koneksi atau korsleting. Fitur ini sangat penting untuk menjaga umur panjang sensor serta mencegah downtime pada sistem produksi.

6. Delay Kesiapan Maksimum: 70 Milidetik

Waktu tunda kesiapan (tv) maksimal sebesar 70 ms memastikan bahwa sensor siap beroperasi dalam waktu sangat singkat setelah diberi tegangan. Hal ini penting dalam sistem yang menuntut respons cepat, terutama pada proses produksi berkecepatan tinggi.

7. Kategori Penggunaan: DC-13 dan AC-140

Balluff BES05ZL telah diklasifikasikan dalam dua kategori penggunaan utama:

  • DC-13: untuk beban elektromagnetik DC seperti solenoid dan relay, dengan karakteristik switching yang optimal.

  • AC-140: cocok untuk mengendalikan beban motor kecil atau peralatan dengan karakteristik induktif di sistem AC.

Kedua kategori ini menunjukkan kemampuan sensor dalam menangani beban berat dan variatif di lingkungan industri nyata.

8. Penurunan Tegangan Statis Maksimal: 6 Volt

Sensor ini memiliki penurunan tegangan statis maksimum sebesar 6 V saat aktif. Meski nilainya relatif lebih tinggi dibanding sensor low-voltage, hal ini wajar mengingat sensor ini mampu beroperasi dalam rentang tegangan yang jauh lebih tinggi (hingga 300 VDC). Tegangan ini juga masih dalam batas aman untuk menjamin pengoperasian sistem yang stabil dan andal.

Spesifikasi Mekanis Sensor

1. Dimensi Sensor: Ø 12 x 60 mm untuk Integrasi Kompak

Ukuran sensor merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kompatibilitas dengan sistem yang ada. Kemudian sensor ini juga memiliki dimensi Ø 12 x 60 mm, yang tergolong standar dalam kategori sensor M12. Desain ini ideal untuk aplikasi yang membutuhkan penghematan ruang tanpa mengorbankan performa.

Kelebihan dari dimensi ini antara lain:

  • Mudah dipasang di ruang terbatas

  • Konstruksi silinder memudahkan penyelarasan dengan target deteksi

  • Kesesuaian dengan banyak dudukan atau braket industri standar

2. Pemasangan Flush Mounting: Perlindungan Maksimal dan Penempatan Rapi

Desain sensor ini memungkinkan pemasangan flush (sejajar atau rata), yang berarti bagian depan sensor akan berada sejajar dengan permukaan tempat ia dipasang. Kemudian jenis pemasangan ini sangat ideal untuk lingkungan industri yang berdebu, lembap, atau memiliki risiko tertabrak benda kerja.

Keunggulan pemasangan flush:

  • Mencegah kerusakan fisik karena sensor tidak menonjol keluar

  • Stabilitas posisi sensor lebih baik untuk deteksi yang konsisten

  • Estetika instalasi lebih rapi dan profesional

Namun, pemasangan flush mengharuskan pertimbangan terhadap jarak deteksi karena jangkauannya bisa sedikit berkurang dibandingkan pemasangan non-flush.

3. Panjang Pemasangan 44 mm: Stabilitas dan Kekokohan

Sensor ini membutuhkan panjang pemasangan 44 mm, yang cukup dalam untuk menjamin kestabilan pemasangan pada dudukan atau panel. Ukuran ini memberikan keuntungan seperti:

  • Tahan terhadap getaran mesin

  • Fitur/Mekanisme ini secara efektif mengurangi risiko longgar atau bergeser selama penggunaan jangka panjang.

  • Memastikan orientasi deteksi tetap presisi

Pastikan panjang dudukan atau lubang ulir mendukung ukuran ini untuk hasil pemasangan yang optimal.

4. Ukuran Ulir M12x1: Standar Industri yang Fleksibel

Sensor ini juga dilengkapi dengan ulir M12x1, sebuah ukuran yang umum digunakan dalam dunia sensor industri. Artinya:

  • Kompatibel dengan berbagai aksesoris dan konektor standar

  • Pengguna dapat dengan mudah mengganti atau mengintegrasikan sensor ini ke dalam sistem yang sudah ada.

  • Menjamin penguncian kuat tanpa modifikasi tambahan

5. Torsi Pengencangan 6 Nm: Hindari Kerusakan saat Instalasi

Salah satu kesalahan umum saat pemasangan sensor adalah terlalu kencang atau terlalu longgar dalam mengencangkan sensor. Kemudian sensor ini merekomendasikan torsi pengencangan sebesar 6 Nm.

Mengapa ini penting?

  • Terlalu kuat: dapat merusak ulir atau bahkan meretakkan bodi sensor

  • Terlalu longgar: menyebabkan sensor mudah bergeser atau lepas

  • Torsi optimal (6 Nm): memberikan keseimbangan antara keamanan dan ketahanan terhadap getaran

Gunakan kunci torsi (torque wrench) saat instalasi untuk memastikan pengencangan sesuai spesifikasi.

Spesifikasi Jarak Deteksi Sensor

1. Jarak Operasi Nominal (Sn): 4 mm untuk Deteksi Optimal

Parameter utama Rated Operating Distance (Sn) atau jarak operasi nominal menentukan seberapa jauh sensor dapat mendeteksi objek secara ideal dalam kondisi standar. Sensor ini memiliki nilai Sn sebesar 4 mm, menjadikannya sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan:

  • Deteksi objek logam kecil

  • Presisi tinggi pada ruang terbatas

  • Keandalan dalam lingkungan industri yang dinamis

Dengan nilai Sn sebesar 4 mm, sensor mampu mendeteksi keberadaan objek logam secara tepat tanpa kontak fisik, juga meminimalkan keausan mekanis dan memperpanjang umur sensor.

2. Jarak Saklar Aktual (Sr): Akurasi yang Konsisten

Real Switching Distance (sr) merupakan nilai aktual di mana sensor benar-benar memberikan sinyal deteksi. Dalam spesifikasi ini, nilai sr juga sebesar 4 mm, yang berarti jarak deteksi aktualnya sesuai dengan nilai nominalnya (Sn).

Kesesuaian antara Sn dan sr membuktikan bahwa sensor ini dirancang dengan presisi tinggi, yang meminimalkan disparitas antara nilai teoretis dan aktual. Hal ini juga sangat penting dalam aplikasi di mana toleransi terhadap kesalahan deteksi sangat kecil, seperti:

  • Mesin CNC

  • Robotika industri

  • Sistem konveyor presisi tinggi

3. Hysteresis Maksimal: 10% dari Sr untuk Stabilitas Deteksi

Hysteresis merupakan selisih antara posisi saat sensor mulai mendeteksi (aktif) dan saat sensor berhenti mendeteksi (kembali non-aktif). Kemudian nilai hysteresis maksimal sebesar 10% dari nilai Sr, atau sekitar 0.4 mm, memberikan beberapa keuntungan seperti:

  • Menghindari deteksi palsu akibat getaran atau gangguan

  • Meningkatkan stabilitas sinyal output sensor

  • Membantu sistem kontrol menghindari kondisi “on-off” berulang yang merusak

Nilai hysteresis yang seimbang ini menjadikan sensor cocok untuk penggunaan dalam mesin dengan pergerakan cepat.

4. Akurasi Pengulangan Maksimal: 5% dari Sr untuk Konsistensi Proses

Repeat accuracy menunjukkan sejauh mana sensor dapat mendeteksi objek pada titik yang sama secara berulang kali. Kemudian nilai maksimum sebesar 5% dari Sr, atau hanya 0.2 mm, memberikan kepastian bahwa setiap siklus deteksi akan memberikan hasil yang nyaris identik.

Akurasi tinggi ini penting untuk aplikasi seperti:

  • Pengukuran posisi presisi

  • Kontrol kualitas otomatis

  • Aplikasi pemotongan dan perakitan otomatis

Dengan akurasi pengulangan yang tinggi, sistem produksi dapat mempertahankan kualitas yang konsisten tanpa intervensi manusia.

5. Drift Suhu Maksimum: 10% untuk Ketahanan Lingkungan

Sensor ini juga memiliki maksimum temperature drift sebesar 10% dari Sr, yang menunjukkan bahwa perubahan suhu hanya sedikit mempengaruhi jarak deteksi sensor.

Fitur ini sangat penting dalam lingkungan dengan suhu yang bervariasi, seperti:

  • Pabrik dengan proses pemanasan

  • Lingkungan luar ruangan

  • Mesin dengan fluktuasi suhu operasional

Sensor tetap dapat bekerja akurat meskipun suhu meningkat atau menurun secara signifikan.

6. Toleransi Jarak Operasi (Sr): ±10% untuk Fleksibilitas Instalasi

Toleransi sebesar ±10% dari nilai Sr memberikan fleksibilitas pada saat pemasangan dan penggunaan sensor. Kemudian hal ini berarti bahwa jarak deteksi aktual dapat berada antara 3.6 mm hingga 4.4 mm, tergantung pada kondisi lingkungan dan pemasangan.

Toleransi ini memberikan keuntungan seperti:

  • Kemudahan integrasi dalam berbagai sistem

  • Kompensasi terhadap variasi kondisi mekanik atau suhu

  • Menghindari kegagalan fungsi akibat pemasangan yang tidak presisi

Type Inductive Sensor Balluff Selain BES05ZL yang Kami Jual:

  • BES0068
  • BES00M5
  • BES00HF
  • BES030E
  • BES0217
  • BES0226
  • BES0180
  • BES01W2
  • BES05KT
  • BES049Y
  • BES02H6
  • BES05N8
  • BES05N9
  • BES05N7
  • BES05KT
  • BES021H
  • BES048Y

Kalau tipe yang Anda cari belum tercantum di daftar, jangan ragu untuk menghubungi kami agar bisa kami bantu dengan informasi selengkapnya.

Inductive Sensor Balluff BES05ZL (BES M12MH-UST40B-S21G)

Inductive Sensor Balluff BES05ZL  Datasheet: Inductive Sensor Balluff BES05ZL pdf

baca juga: Jual Inductive Sensor BES0068 Balluff Indonesia

Pemesanan

Segera hubungi tim marketing kami untuk mendapatkan penawaran harga terbaik Sensor Induktif Balluff BES05ZL (BES M12MH-UST40B-S21G). Kami pun menghadirkan berbagai jenis sensor industri Balluff lainnya—mulai dari sensor fotolistrik, kapasitif, magnetik, hingga sensor aliran—dengan dukungan layanan pelanggan yang responsif dan berkualitas. Informasi detail produk dan promosi terkini tersedia melalui tim marketing kami atau di situs web perusahaan kami.