Jual Miniature Power Relays Omron MY4N AC220/240 Indonesia
Kami menjual Miniature Power Relays Omron MY4N AC220/240 di Indonesia, menjamin produk baru, asli (original), dan bergaransi 1 tahun. PT Rizki Arika Teknik menawarkan harga yang sangat kompetitif dibandingkan distributor Omron lain di Indonesia. Selain produk berkualitas dan harga terbaik, kami juga berkomitmen memberikan pelayanan prima kepada setiap pelanggan. Tidak hanya tipe ini, kami juga menyediakan seri Sensor OMRON lengkap dan berbagai seri lainnya.
Miniature Power Relays Omron MY4N AC220/240
Dalam dunia industri dan otomasi modern, reliabilitas komponen listrik menjadi kunci utama keberhasilan sistem. Salah satu perangkat yang telah terbukti unggul dalam hal performa dan daya tahan adalah POWER Omron MY4N AC220/240, sebuah miniature power relay berteknologi tinggi yang dirancang untuk menghadirkan efisiensi, kestabilan, dan umur pakai panjang. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai spesifikasi, fitur, dan keunggulan relay Omron MY4N, serta mengapa produk ini menjadi pilihan utama para profesional di bidang teknik listrik dan industri otomasi.
Apa Itu Miniature Power Relay Omron MY4N AC220/240?
Omron MY4N AC220/240 merupakan relay tipe miniatur dengan konfigurasi 4PDT (4 Pole Double Throw) yang digunakan untuk mengontrol arus listrik pada berbagai perangkat industri. Relay ini berfungsi sebagai saklar elektromagnetik yang bekerja otomatis ketika menerima sinyal tegangan tertentu, sehingga memungkinkan kontrol yang presisi dan aman pada sirkuit bertegangan tinggi.
Produk ini hadir dalam desain kompak dengan terminal plug-in, memudahkan pemasangan dan perawatan. Dilengkapi dengan indikator LED operasi, pengguna dapat dengan mudah memantau status kerja relay tanpa perlu alat tambahan.
Spesifikasi Teknis Relay Omron MY4N AC220/240
Berikut spesifikasi teknis utama yang menjadikan Omron MY4N AC220/240 unggul di kelasnya:
1. Tegangan Koil dan Arus Operasi
200 VAC 50 Hz: 4.8 mA
200 VAC 60 Hz: 4.2 mA
220 VAC 50 Hz: 5.3 mA
220 VAC 60 Hz: 4.6 mA
Resistansi Koil: 18.790 Ω
Tegangan Operasi Maksimum: 110% pada suhu 23 ℃
Tegangan Aktif (Set Voltage): Maksimal 80%
Tegangan Lepas (Reset Voltage): Minimal 30%
Konsumsi Daya: Sekitar 0.9 hingga 1.3 VA pada 60 Hz
2. Struktur dan Perlindungan
Relay ini memiliki tipe tertutup (closed type) dengan tingkat perlindungan tinggi untuk mencegah debu dan partikel masuk ke dalam komponen. Terminal plug-in dirancang agar mudah dipasang pada soket tanpa memerlukan penyolderan, mempercepat instalasi di panel kontrol industri.
3. Spesifikasi Kontak
Beban Terukur Kontak:
220 VAC 3 A (beban resistif)
220 VAC 0.8 A (beban induktif, cosφ = 0.4)
24 VDC 3 A (beban resistif)
24 VDC 1.5 A (beban induktif, L/R = 7 ms)
Tegangan Kontak Maksimum:
250 VAC / 125 VDC
Arus Kontak Maksimum:
AC: 3 A
DC: 3 A
Daya Switching Maksimum:
660 VA (beban resistif)
176 VA (beban induktif)
72 W (beban resistif DC)
36 W (beban induktif DC)
Dengan material Au clad + paduan perak (Ag alloy) pada kontaknya, relay ini mampu menahan korosi, mengurangi resistansi kontak, serta meningkatkan umur pemakaian dalam siklus kerja tinggi.
Spesifikasi dan Kinerja Relay: Panduan Lengkap untuk Ketahanan dan Efisiensi Maksimal
Relay adalah komponen penting dalam sistem listrik dan otomasi industri. Perangkat ini berfungsi sebagai sakelar elektromekanis yang memungkinkan pengendalian arus tinggi menggunakan arus rendah. Artikel ini akan membahas secara lengkap kinerja, ketahanan, dan spesifikasi teknis relay berkualitas tinggi untuk membantu Anda memilih produk terbaik sesuai kebutuhan industri atau otomasi.
1. Kinerja Kontak dan Ketahanan Listrik
Kinerja kontak merupakan faktor utama yang menentukan kualitas relay. Relay dengan tahanan kontak maksimal 50 mΩ (diukur menggunakan metode penurunan tegangan 5 VDC 1 A) menjamin efisiensi tinggi dalam menghantarkan arus listrik. Nilai ini juga menunjukkan bahwa relay mampu bekerja dengan kehilangan daya minimal dan respons cepat.
Selain itu, waktu operasi dan reset maksimal 20 milidetik memastikan perpindahan sinyal berlangsung cepat dan stabil. Waktu ini diukur dalam kondisi daya kerja terukur, tidak termasuk contact bounce yang sering terjadi pada relay dengan kualitas lebih rendah.
2. Frekuensi Operasi Maksimum
Relay ini dirancang untuk frekuensi operasi mekanis hingga 18.000 kali per jam, menjadikannya ideal untuk aplikasi yang memerlukan pengoperasian berulang dengan kecepatan tinggi. Kemudian untuk beban terukur, frekuensi kerja mencapai 1.800 kali per jam, yang sudah lebih dari cukup untuk penggunaan industri seperti sistem otomasi, kontrol motor, atau perlindungan sirkuit.
3. Ketahanan Isolasi dan Kekuatan Dielektrik
Ketahanan isolasi adalah aspek penting dalam menjamin keamanan dan stabilitas sistem listrik. Relay berkualitas tinggi ini menawarkan isolasi minimal 100 MΩ pada 500 VDC antara:
Koil dan kontak
Kontak dengan polaritas berbeda
Kontak dengan polaritas sama
Untuk kekuatan dielektrik, relay ini mampu menahan tegangan tinggi hingga:
2000 VAC (50/60 Hz, 1 menit) antara koil dan kontak
2000 VAC (50/60 Hz, 1 menit) antara kontak dengan polaritas berbeda
1000 VAC (50/60 Hz, 1 menit) antara kontak dengan polaritas sama
Hal ini memastikan relay tetap aman dari risiko kebocoran arus atau korsleting, bahkan dalam kondisi ekstrem.
4. Ketahanan terhadap Getaran dan Guncangan
Dalam lingkungan industri, perangkat sering terpapar getaran dan guncangan mekanis. Relay ini dirancang untuk menahan kondisi berat tersebut dengan standar tinggi:
Ketahanan getaran (destruksi): 10 hingga 55 Hz dengan amplitudo tunggal 0,5 mm (amplitudo ganda 1 mm)
Ketahanan getaran (malfungsi): sama dengan nilai destruksi
Ketahanan guncangan (destruksi): hingga 1000 m/s²
Ketahanan guncangan (malfungsi): hingga 200 m/s²
Dengan kemampuan ini, relay tetap berfungsi optimal tanpa mengalami kerusakan atau kehilangan performa akibat getaran mesin.
5. Umur Pemakaian: Mekanis dan Elektrikal
Salah satu keunggulan utama relay ini adalah daya tahan jangka panjang. Untuk operasi mekanis, relay mampu bertahan hingga 50 juta kali siklus operasi, sedangkan untuk operasi listrik mampu mencapai 200.000 kali siklus pada suhu 23 ℃ dengan beban terukur dan frekuensi 1.800 operasi per jam.
Daya tahan tinggi ini memastikan efisiensi operasional dan menurunkan biaya pemeliharaan perangkat dalam jangka panjang.
6. Tingkat Kegagalan dan Keandalan
Dengan tingkat kegagalan yang sangat rendah, yaitu 1 VDC 1 mA pada frekuensi saklar 120 kali per menit, relay ini masuk dalam kategori produk dengan reliabilitas tinggi. Cocok digunakan pada sistem yang memerlukan akurasi dan stabilitas tinggi, seperti peralatan kontrol otomatis, sistem kelistrikan kendaraan, atau panel distribusi daya.
7. Kondisi Operasional: Suhu dan Kelembapan
Relay ini dapat dioperasikan pada rentang suhu ekstrem -55 hingga 60°C tanpa risiko pembekuan atau kondensasi. Selain itu, kisaran kelembapan kerja 5% hingga 85% menjadikannya andal digunakan di berbagai kondisi lingkungan — baik di ruang kendali tertutup maupun area industri dengan tingkat kelembapan tinggi.
8. Desain Fisik dan Pemasangan
Dengan berat sekitar 35 gram, relay ini ringan dan mudah dipasang. Desainnya mendukung metode pemasangan melalui soket, memudahkan penggantian atau perawatan tanpa perlu melepas seluruh sistem. Relay ini juga kompatibel dengan berbagai tipe soket, termasuk:
PYF14S / PYF14T
PYF-14-PU / PYF-14-PU-L
PYFZ-14 / PYFZ-14-E
PY14 / PY14-Y1
PY14QN / PY14QN2
PY14QN-Y1 / PY14QN2-Y1
PY14-02
Kemudian fleksibilitas kompatibilitas ini menjadikannya pilihan serbaguna untuk berbagai kebutuhan instalasi listrik dan otomasi.
Miniature Power Relays Omron MY4N AC220/240
baca juga: Jual Miniature Power Relays Omron MY4N AC110/120 Jakarta
Pemesanan
Untuk informasi lengkap tentang harga dan ketersediaan Omron MY4N AC220/240, silakan hubungi kami via telepon, email, atau WhatsApp. Sebagai distributor Omron di Indonesia, kami juga menyediakan berbagai seri dan tipe, termasuk pilihan yang mungkin tidak tercantum di situs, dan tim marketing kami selalu siap melayani kebutuhan Anda.

Jual Miniature Power Relays Omron MY4N AC220/240 Indonesia