Turck BI8U-EM18WD-AN6X-H1141

Jual Turck BI8U-EM18WD-AN6X-H1141 Inductive Sensor

Turck BI8U-EM18WD-AN6X-H1141Jual Turck BI8U-EM18WD-AN6X-H1141 Inductive Sensor

Kami PT Rizki Arika Teknik Menjual Ready On-Stock Inductive Sensor TURCK BI8U-EM18WD-AN6X-H1141 di Jakarta Indonesia. Produk yang kami jual merupakan produk baru dan Original dijamin keasliannya. Selain itu juga harga yang kami tawarkan sangat bersaing di seluruh indonesia. Hubungi kami untuk pemesanan Sensor Turck  Tipe BI8U-EM18WD-AN6X-H1141 dan tipe sensor Turck yang lainnya.

Turck BI8U-EM18WD-AN6X-H1141 Inductive Sensor

Sensor induktif memainkan peran penting dalam berbagai aplikasi industri, terutama dalam sistem otomatisasi yang memerlukan deteksi objek berbasis logam tanpa kontak fisik. Salah satu sensor andal yang banyak digunakan di industri adalah Inductive Sensor Turck BI8U-EM18WD-AN6X-H1141. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai spesifikasi, keunggulan, dan aplikasi sensor ini dalam dunia industri.

Spesifikasi Teknis Sensor

1. Jarak Sakelar dan Keakuratan Deteksi

  • Jarak Switching Nominal (Sn): 8 mm
  • Jarak Operasional yang Aman: ≤ (0.81 × Sn) mm
  • Akurasi Pengulangan: ≤ 2 % dari skala penuh

Dengan jarak switching nominal 8 mm, sensor ini mampu mendeteksi objek logam dalam rentang yang cukup luas, membuatnya ideal untuk berbagai aplikasi industri yang membutuhkan deteksi presisi tinggi.

2. Kondisi Pemasangan dan Fleksibilitas Instalasi

  • Kondisi Pemasangan: Flush (rata dengan permukaan)

Sensor ini dirancang agar dapat dipasang secara flush mounting, yang berarti dapat dipasang sejajar dengan permukaan logam tanpa mengurangi kinerjanya. Hal ini memudahkan instalasi dalam ruang terbatas dan melindungi sensor dari benturan fisik.

3. Ketahanan terhadap Variasi Suhu dan Stabilitas Performa

  • Drift Suhu: ≤ ±10 %
  • Drift Suhu Ekstrem: ≤ ±20 % pada suhu ≤ -25 °C atau ≥ +70 °C

Sensor ini memiliki toleransi suhu yang tinggi, menjadikannya ideal untuk lingkungan dengan perubahan suhu ekstrem, seperti pabrik baja, industri petrokimia, atau area produksi yang memerlukan sensor tahan panas dan dingin.

4. Histeresis dan Stabilitas Operasi

  • Histeresis: 3…15 %

Histeresis merupakan perbedaan antara titik ON dan OFF saat sensor mendeteksi objek. Rentang histeresis 3–15 % memastikan sensor tidak terlalu sensitif terhadap gangguan kecil atau fluktuasi posisi objek, sehingga mengurangi kemungkinan kesalahan deteksi.

Spesifikasi dan Kinerja Listrik Sensor dengan Output NPN

1. Tegangan Operasional (Operating Voltage UB)

Sensor ini bekerja dalam rentang 10 hingga 30 VDC, yang membuatnya kompatibel dengan berbagai aplikasi industri. Tegangan operasional yang fleksibel ini memungkinkan penggunaan sensor di berbagai lingkungan tanpa mengalami gangguan daya.

2. Ripple Uss ≤ 10 % UBmax

Fitur ini menunjukkan bahwa fluktuasi tegangan (ripple) dalam pasokan daya tidak boleh melebihi 10% dari tegangan maksimum (UBmax). Ini penting untuk menjaga kestabilan sinyal keluaran dan mencegah kesalahan pembacaan akibat noise listrik.

3. Arus Operasional DC (DC Rated Operating Current Ie) ≤ 200 mA

Sensor ini mampu menangani arus operasional maksimum hingga 200 mA, yang cukup untuk berbagai sistem kontrol industri tanpa membebani sirkuit elektronik yang ada.

4. Arus Tanpa Beban (No-load Current) ≤ 25 mA

Ketika sensor tidak dalam kondisi aktif, konsumsi arusnya hanya ≤ 25 mA. Ini membantu mengurangi konsumsi daya keseluruhan, sehingga meningkatkan efisiensi energi.

5. Arus Residual (Residual Current) ≤ 0.1 mA

Dengan arus residual yang sangat rendah, yaitu ≤ 0.1 mA, sensor ini memastikan bahwa tidak ada kebocoran daya yang signifikan ke sirkuit lain, yang bisa menyebabkan kesalahan operasional.

6. Tegangan Uji Isolasi (Isolation Test Voltage) 0.5 kV

Sensor ini telah diuji dengan tegangan isolasi sebesar 0.5 kV, yang menjamin ketahanan terhadap lonjakan tegangan atau gangguan listrik dari lingkungan sekitar.

7. Perlindungan Hubung Singkat (Short-circuit Protection) Yes/Cyclic

Sensor ini dilengkapi dengan perlindungan hubung singkat siklikal, yang memungkinkan sensor untuk melindungi dirinya sendiri dari arus berlebih yang dapat merusak komponennya.

8. Tegangan Jatuh pada Ie (Voltage Drop at Ie) ≤ 1.8 V

Dengan tegangan jatuh maksimal 1.8 V, sensor ini memastikan sinyal output tetap kuat dan dapat diandalkan untuk sistem kendali.

9. Perlindungan terhadap Putus Kabel dan Polaritas Terbalik

Sensor ini memiliki perlindungan lengkap terhadap putus kabel (Wire Break) dan polaritas terbalik (Reverse Polarity Protection). Kemudian hal ini sangat penting dalam aplikasi industri yang sering mengalami gangguan koneksi listrik.

10. Fungsi Output (Output Function) 3-wire, NO Contact, NPN

Sensor ini menggunakan konfigurasi 3-wire dengan NO (Normally Open) contact dan output tipe NPN. Konfigurasi ini juga banyak digunakan dalam sistem otomasi industri yang memerlukan konektivitas fleksibel dan kompatibilitas dengan berbagai pengendali logika (PLC).

11. Stabilitas Medan DC dan AC

  • DC Field Stability: 300 mT
  • AC Field Stability: 300 mTSS

Dengan stabilitas medan DC dan AC hingga 300 mT, sensor ini dapat bekerja secara optimal dalam lingkungan yang memiliki gangguan medan elektromagnetik.

12. Kelas Isolasi (Insulation Class)

Sensor ini memiliki kelas isolasi tinggi, yang menjamin keandalannya dalam lingkungan industri yang keras dan memiliki tegangan tinggi.

13. Frekuensi Switching (Switching Frequency) 1.5 kHz

Sensor ini mampu menangani frekuensi switching hingga 1.5 kHz, yang menjadikannya ideal untuk aplikasi dengan deteksi cepat dan real-time.

Spesifikasi Mekanikal Data

Dimensi dan Desain

Sensor ini memiliki dimensi 52 mm, ukuran yang ideal untuk berbagai jenis pemasangan di sistem otomatisasi. Dengan desain threaded barrel M18 x 1, sensor ini juga mudah dipasang dan dilepas tanpa memerlukan alat khusus.

Material dan Ketahanan

Salah satu keunggulan utama sensor ini adalah material penyusunnya:

  • Housing material: Stainless steel 1.4404 (AISI 316L) memiliki ketahanan terhadap korosi dan bahan kimia.
  • Active area material: Plastic, LCP (Liquid Crystal Polymer), bahan berkualitas tinggi yang mampu menahan tekanan dan suhu ekstrem.
  • Connector housing: Plastic, PP (Polypropylene), material ringan namun kokoh yang meningkatkan daya tahan sensor dalam penggunaan jangka panjang.

Kemampuan Menahan Tekanan

Sensor ini mampu bekerja di lingkungan dengan tekanan tinggi berkat fitur admissible pressure on front cap ≤ 15 bar. Kemudian menjadikannya pilihan ideal untuk aplikasi dalam sistem hidrolik atau pneumatik.

Kekuatan Pemasangan

Untuk memastikan pemasangan yang aman, kami merancang sensor ini dengan torsi pengencangan maksimum mur rumah sebesar 25 Nm. Dengan nilai torsi ini, Anda dapat memasang sensor dengan stabil tanpa risiko longgar akibat getaran mesin.

Koneksi Listrik.

Sensor ini dilengkapi dengan koneksi Connector, M12 × 1, yang memungkinkan pemasangan cepat dan aman. Konektor M12 merupakan standar industri yang kompatibel dengan banyak sistem kontrol dan sensor lainnya.

Turck BI8U-EM18WD-AN6X-H1141 Inductive Sensor

Turck BI8U-EM18WD-AN6X-H1141 Inductive Sensor Datasheet: Turck BI8U-EM18WD-AN6X-H1141 Inductive Sensor pdf

baca juga: Distributor Sensor Induktif Turck Indonesia

Pemesanan

Untuk permintaan harga mengenai Sensor TURCK BI8U-EM18WD-AN6X-H1141  silahkan hubungi kami. Selain kami menyediakan Sensor Turck tipe dalam artikel ini kami juga menjual tipe lain lengkap dan original. Seperti Photoelectric sensors, Capacitive sensors, magnetic field sensors, Flow Sensor Dan jenis lainnya dari TURCK lengkap. Untuk lebih lanjut atau mendapatkan penawaran terbaik, silahkan menghubungi tim sales marketing kami atau kunjungi situs web kami.