Balluff BOS02AE

Jual Photoelectric Sensor Balluff BOS02AE Indonesia

Balluff BOS02AEJual Photoelectric Sensor Balluff BOS02AE Indonesia

Rizki Arika Teknik adalah distributor terpercaya untuk Sensor Fotoelektric Balluff BOS02AE (BOS R090K-NU-RD10-S75) di Indonesia. Kami menawarkan produk baru dengan jaminan kualitas, serta harga yang kompetitif dan bersaing. Selain itu, kami menyediakan beragam tipe dan seri lengkap dari produk Balluff lainnya untuk memenuhi kebutuhan industri Anda.

Photoelectric Sensor Balluff BOS02AE

Dalam dunia industri modern, sensor fotoelektrik BOS02AE memainkan peran penting dalam mendeteksi objek tanpa kontak fisik. Sensor ini sering digunakan dalam otomasi pabrik, sistem keamanan, dan teknologi manufaktur untuk memastikan operasi yang efisien dan presisi tinggi. Artikel ini akan membahas fitur dasar sensor fotoelektrik seri BOS02AE , termasuk sertifikasi, prinsip kerja, desain, dan konektivitasnya.

Spesifikasi Fitur Dasar Sensor

1. Sertifikasi dan Kepatuhan Standar

Produsen sensor fotoelektrik harus memenuhi berbagai standar keselamatan dan kualitas agar produk mereka dapat digunakan dalam lingkungan industri. Sensor-sensor ini telah memperoleh beberapa sertifikasi, antara lain:

  • cULus: Underwriters Laboratories (UL) di AS dan Kanada menyetujui standar keselamatan untuk perangkat listrik.
  • CE: Menandakan bahwa produk ini telah memenuhi persyaratan kesehatan, keselamatan, dan perlindungan lingkungan di Eropa.
  • UKCA: Perusahaan harus memenuhi standar kepatuhan yang wajib untuk produk yang dipasarkan di Inggris setelah Brexit.
  • WEEE: Kami melakukan daur ulang produk dengan cara yang ramah lingkungan, dan kami patuh terhadap regulasi pengelolaan limbah elektronik.

Dengan memiliki berbagai sertifikasi ini, sensor dapat digunakan di berbagai negara dan industri tanpa hambatan regulasi.

2. Prinsip Kerja Sensor Fotoelektrik

Sensor fotoelektrik bekerja berdasarkan prinsip pemancaran dan penerimaan cahaya. Teknologi ini memungkinkan sensor untuk mendeteksi keberadaan objek berdasarkan gangguan yang terjadi pada sinar cahaya yang dipancarkan. Ada beberapa metode kerja utama sensor fotoelektrik:

  • Diffuse Mode: Satu unit menampung pemancar dan penerima. Objek yang dideteksi memantulkan cahaya kembali ke sensor.
  • Retro-Reflective Mode: Menggunakan reflektor tambahan untuk mengembalikan sinar ke penerima.
  • Through-Beam Mode: Sistem memisahkan pemancar dan penerima, dan objek yang melewati jalur sinar menyebabkan perubahan deteksi.

Sensor fotoelektrik R090K mampu memberikan akurasi tinggi dalam berbagai kondisi lingkungan.

3. Desain Sensor R090K

Sensor fotoelektrik dengan desainnya yang kompak dan efisien, dapat dipasang dengan mudah di berbagai aplikasi industri. Berikut adalah beberapa karakteristik utama desainnya:

  • Bentuk Persegi (Square Style): Memberikan stabilitas dan kemudahan pemasangan.
  • Dimensi Ergonomis: Ideal untuk penggunaan di ruang terbatas.
  • Bahan Berkualitas Tinggi: Produsen membuat sensor ini dari material tahan lama untuk menangani kondisi lingkungan yang keras.

4. Konektivitas dan Instalasi

Koneksi 90° pada sensor ini memberikan fleksibilitas pemasangan yang lebih baik di berbagai sistem industri. Keuntungan dari koneksi ini antara lain:

  • Meminimalkan risiko gangguan kabel pada lingkungan industri yang kompleks.
  • Mempermudah pemasangan di tempat dengan keterbatasan ruang.
  • Meningkatkan daya tahan sensor terhadap getaran dan tekanan mekanis.

Pengaturan dan Tampilan Sensor Fotoelektrik

Pengguna dapat dengan mudah mengontrol fungsi dan sensitivitas sensor fotoelektrik modern berkat berbagai fitur tampilan dan pengaturan yang tersedia.

1. Potensiometer 270° untuk Pengaturan Akurat

Potensiometer 270° memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan sensitivitas sensor dengan lebih presisi.Rentang putaran yang lebih luas memungkinkan pengaturan yang lebih halus daripada potensiometer dengan sudut putar yang lebih kecil.

2. Rotary Switch dengan 2 Posisi

Rotary switch atau saklar putar pada sensor fotoelektrik biasanya memiliki dua posisi utama, yaitu:

  • Light-On (LO): Sensor aktif saat menerima cahaya dari sumbernya.
  • Dark-On (DO): Sensor aktif saat tidak menerima cahaya.

Fitur ini memungkinkan fleksibilitas dalam pemasangan sensor tergantung pada kebutuhan spesifik aplikasi industri.

Indikator LED pada Sensor Fotoelektrik

Indikator LED merupakan elemen penting dalam tampilan dan operasi sensor karena memberikan informasi visual tentang status kerja sensor.

1. LED Kuning – Indikator Fungsi Output

LED kuning biasanya menunjukkan apakah sensor sedang mengaktifkan keluaran (output) atau tidak. Ketika sensor mendeteksi objek sesuai dengan pengaturannya, LED ini akan menyala.

2. LED Hijau – Indikator Stabilitas

LED hijau memberikan informasi mengenai stabilitas deteksi sensor. kemudian jika LED hijau menyala, berarti sensor bekerja dengan kondisi yang optimal dan berada dalam jangkauan deteksi yang aman.

Pengaturan Sensitivitas (Sn)

Pengaturan sensitivitas sangat penting untuk memastikan bahwa sensor dapat mendeteksi objek dengan benar tanpa adanya kesalahan pembacaan. Jika sensitivitas terlalu rendah, sensor tidak akan mendeteksi objek. Sebaliknya, jika sensitivitas terlalu tinggi, sensor mendeteksi objek yang tidak diinginkan secara palsu.

Spesifikasi Electrical Connection

Spesifikasi teknis dari sebuah electrical connection sangat penting untuk memastikan kompatibilitas dan keamanannya. Berikut adalah beberapa spesifikasi utama:

  • Tipe konektor: Connector, M8x1, 4-pin
  • Perlindungan polaritas: Ya
  • Perlindungan hubung singkat: Ya

Data Listrik (Electrical Data) yang Harus Diperhatikan

Ketika memilih atau menginstal perangkat listrik, ada beberapa parameter teknis yang harus diperhatikan, di antaranya:

  • Arus tanpa beban (No-load current Io max.): 20 mA
  • Tegangan operasi (Operating voltage Ub): 10-30 VDC
  • Arus operasi nominal (Rated operating current Ie): 100 mA
  • Tegangan operasi nominal (Rated operating voltage Ue): DC 24 V
  • Waktu tunda siap (Ready delay tv max.): 300 ms
  • Ripple max. (% dari Ue): 10%
  • Frekuensi switching (Switching frequency): 1000 Hz
  • Waktu tunda mati (Turn-off delay toff max.): 0.5 ms
  • Waktu tunda hidup (Turn-on delay ton max.): 0.5 ms
  • Drop tegangan (Voltage drop Ud max. at Ie): 2 V

Data Mekanik Sensor Balluff BOS02AE

1. Dimensi dan Desain
Salah satu aspek terpenting dari sensor adalah dimensi fisiknya. Ukuran standar banyak sensor adalah 10,7 x 43,5 x 19,5 mm, membuatnya cukup ringkas untuk berbagai aplikasi tanpa mengorbankan kinerja.

2. Opsi Pemasangan
Sensor biasanya dipasang menggunakan sekrup untuk memastikan pemasangan yang aman dan stabil. Kemudian spesifikasi pemasangan yang umum adalah penggunaan Sekrup M3, yang memungkinkan pemasangan yang mudah dan efektif ke berbagai permukaan.

3. Torsi Pengencangan
Untuk menghindari kerusakan selama pemasangan, sensor memerlukan torsi pengencangan tertentu. Kemudian torsi maksimum yang diizinkan untuk pemasangan yang aman adalah 0,5 Nm. Ini memastikan sensor tetap terpasang di tempatnya tanpa terlalu kencang, yang dapat menyebabkan kegagalan mekanis.

4. Tahan Cahaya Sekitar
Salah satu aspek penting dari sensor optik adalah kemampuannya untuk berfungsi dalam berbagai kondisi pencahayaan. Sensor berperforma tinggi juga dapat menahan tingkat cahaya sekitar hingga 10.000 Lux, memastikan kinerja yang konsisten bahkan di lingkungan yang terang.

5. Sumber dan Jenis Cahaya
Sensor modern menggunakan lampu merah berbasis LED sebagai sumber cahaya utamanya. Teknologi LED lebih disukai karena efisiensi energinya, daya tahannya, dan output yang konsisten dalam jangka waktu yang lama.

6. Prinsip Operasi Optik
Prinsip kerja sensor optik dapat bervariasi, tetapi salah satu jenis yang paling efektif adalah sensor difusi (energik). Jenis sensor ini mendeteksi objek berdasarkan jumlah cahaya yang dipantulkan dari permukaan target, sehingga sangat andal untuk berbagai aplikasi.

7. Fungsi dan Sensitivitas Pengalihan
Perancang sering juga merancang sensor optik untuk beroperasi dalam mode gelap-menyala/terang-menyala, yang memungkinkannya beralih antara mendeteksi objek di lingkungan gelap atau terang. Kemudian kemampuan beradaptasi ini penting untuk otomasi industri yang kondisi pencahayaannya dapat bervariasi.

8. Pertimbangan Panjang Gelombang
Aspek penting dari sensor optik adalah spesifikasi panjang gelombangnya. Sebagian besar sensor LED lampu merah beroperasi pada panjang gelombang 660 nm, memastikan deteksi akurat dengan gangguan minimal dari sumber cahaya eksternal.

Type Photoelectric Sensor Balluff Selain BOS02AE yang Kami Jual:

  • BOS01Z8
  • BOS01FL
  • BOS0089
  • BOS018P
  • BOS01JK
  • BOS01K2
  • BOS02CP
  • BOS01RZ
  • BOS021J
  • BOS0234
  • BOS0285
  • BOS0298
  • BOS02H7
  • BOS0134
  • BOS01Y2
  • BOS01CF
  • BOS01NN

Jika type yang Anda butuhkan tidak ada di atas, silahkan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Photoelectric Sensor Balluff BOS02AE

Photoelectric Sensor Balluff BOS02AE Datasheet: Photoelectric Sensor Balluff BOS02AE pdf

baca juga: Jual Photoelectric Sensor Balluff BOS02AU Indonesia

Pemesanan

Dapatkan penawaran harga terbaik untuk Sensor Fotoelektrik Balluff BOS02AE (BOS R090K-NU-RD10-S75) dengan menghubungi kami. Kami juga menyediakan rangkaian lengkap sensor Balluff lainnya, termasuk sensor induktif, kapasitif, medan magnet, aliran, dan banyak lagi. Informasi lebih lanjut dan penawaran menarik tersedia melalui tim penjualan kami atau situs web.